Ini dia 15 perusahaan raksasa di indonesia yang meramaikan bisnis Pembangkit Listrik

15 perusahaan Indonesia pebisnis pembangkit listrik
lima belas perusahaan besar di Indonesia yang meramaikan bisnis Pembangkit Listrik

Kali ini kita akan sampaikan informasi menarik dalam bisnis pembangkitan listrik di tanah air, siapa saja perusahaannya, berapa pendapatannya, apa saja tantangannya, bagaimana model bisnisnya dan apa saja sumber tenaganya

Mungkin sebagian dari pembaca masih ada yang belum mengetahui  siapa saja perusahaan besar di Indonesia yang ambil bagian meramaikan bisnis pembangkit listrik, melalui artikel ini kita akan paparkan limabelas perusahaan besar yang sudah ikut membangun pembangkit listrik di tanah air, baik sejak sebelum ada program listrik nasional 35. MW maupun setelahnya

Melalui artikel ini kita ingin anda mendapatkan informasi perusahaan swasta dan perusahaan milik negara dan berapa besar kapasitas pembangkit yang mereka bangun dan dimana saja lokasi proyek tersebut.

Peluang masih besar untuk masuk dalam bisnis listrik ini, dengan mengamati model bisnis yang paling cocok anda terapkan

Sebelum lanjut, mari kita simak ilustrasi pendapatan bisnis pembangkit listrik di tanah air berdasarkan hitungan salah satu Direktur Utama Perusahaan Pembangkit Listrik

Ilustrasi Pendapatan

Begini ilustrasinya…

Pendapatan pembangkit listrik tergantung kepada

kapasitas dan daya listrik

yang disalurkan ke PLN serta harga batubara acuan. (kita memakai acuan pembangkit dengan sumber tenaga batubara)

Jika  pembangkit listrik berkapasitas 2×100 MW akan menghasilkan pendapatan USD 100 juta per tahun

dan pembangkit listrik berkapasitas 2×1.000 MW menghasilkan sekitar USD 900 juta per tahun

Tantangan

sedangkan tantangan dalam membangun pembangkit listrik ini

berdasarkan informasi dari salah satu perusahaan pembangkit listrik swasta

ada 3 tantangan bisnis pembangkit listrik diantaranya:

  1. mencari pendanaan lokal yang kompetitif (baik tenor maupun bunga), Penjelasan suku bunga bisa baca disini
  2. mencari mitra yang memiliki kompetensi yang sesuai dan
  3. mendapatkan kontraktor dengan harga yang bersaing

dan tantangan lain untuk bisnis pembangkit listrik tenaga panas bumi bilamana berada di wilayah cagar alam taman nasional adalah masalah perizinan, yang diketahui memang masih panjang.

Bagi Anda yang mau terjun kedalam bisnis setrum ini kami berikan informasi perusahaan-perusahaan di tanah air yang sudah lebih dulu masuk dalam ceruk gairah bisnis pembangkitan listrik.

Perusahaan ini ada yang memang perusahaan spesialis dan juga ada perusahaan yang didirikan sebagai anak usaha untuk mengintegrasikan bisnisnya yang sudah mapan.

Juga ada perusahaan BUMN atau Badan Usaha Milik Negara, yang separuh atau seluruh modalnya berasal dari penyertaan modal negara.

Lima Belas Perusahaan Pembangkit Listrik

Ayo mari disimak satu persatu…

Yang pertama ada…

1. GROUP MEDCO

Group Medco menjalankan dua lini bisnis listrik yakni sebagai pengembang listrik swasta  Independent Power Producer (IPP) dengan memiliki pembangkit di Riau dengan kapasitas 275 MW. Sedangkan di bisnis Operation and maintenance (O&M) Medco mengoperasikan PLTP Sanulla unit I dan II dengan kapasitas 220 MW

Group Medco sebagai IPP memiliki pembangkit dengan kapasitas 901 MW sedangkan sebagai O&M Group Medco secara keseluruhan menjalankan pembangkit dengan kapasitas 1.930 MW

Pada saat data ini dikumpulkan, Group Medco kini memiliki sendiri pembangkit yang dioperasikan sendiri dan digunakan untuk kepentingan sendiri dengan kapasitas 526 MW dan akan bertambah menjadi 565 MW

Group Medco mempunyai kode saham MEDC dan saat ini Group Medco dipimpin oleh Arifin Panigoro yang juga sebagai pendiri group ini.

dan prestasi besar yang telah ditorehkan group ini adalah mengakuisisi sebuah perusahaan asal london, sebuah perusahaan yang mempunyai lini bisnis eksplorasi dan produksi minyak. Ophir Energy plc namanya.

berikut ini lengkapnya

Bisnis Power Plant milik Group Medco

1.Pembangjit Listrik Tenaga Panas Bumi atau Geothermal.

Geothermal Sarulla I yang terletak di Sumatera Utara dengan total kapasitas produksi 3×110 MW

Power Plant ini dioperasikan Medco Power Indonesia bersama partnernya Inpex, Ithochu, dan Ormat and Kyusthu Electric (Sarulla Consorsium)

2. Riau CCPP

lokasi di Pekanbaru, CCPP atau Combined Cycle Gas Power Plan, dengan total kapasitas 275 MW, dioperasikan oleh Medco Power dengan saham 51%, dan Ratch Group kepemilikan saham 49%.

proyek ini didanai oleh konsorsium Bank Internasional dengan total biaya Investasi USD 290 Juta dan target operasi pada 2021.

penjelasan tentang CCPP adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap atau gabungan PLTG dan PLTU.

yang mana panas dari gas yang dibuang oleh PLTG akan digunakan untuk menghasilkan uap yang digunakan sebagai fluida kerja di PLTU. dan bagian yang digunakan untuk menghasilkan uap tersebut adalah HRSG.

3. Panaran I & II

Panaran I sendiri merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dengan kapasitas 2×27,75 MW, PLTU 22 MW dan Pendingin 8 MW.

Panaran I ini memasok listrik di Industri lokas dan perumahan di Batam

Panaran I ini menghasilkan listrik dari dua generator turbin gas yang sudah mengadopsi sistem komputerisasi.

Kepemilikan saham Medco Power di Panaran I ini sebesar 64%

sedangkan di Panaran II

Medco Power mempunyai kemelikan saham yang cukup besar.yakni 80% dan merupakan pemilik dan operator pembangkit lsitrik berbahan bakar gas.

Perusahaan menggunakan generator turbin gas dan chiller 2×27,5 MW dengan output 8 MW

4. EPE

EPE ini kepanjangan dari Energi Prima Elektrika, dimana Medco Power mengakuisisi EPE dan sekarang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dengan Kapasitas 2×6 MW

lokasi di Patih Galung, Prabumulih Sumatera Selatan.

PPA nya sudah diteken oleh PLN pada 2004

dan mulai beroperasi secara komersila pada 1 juni 2006

sedangkan Medco mengauksisi EPE pada 29 juli 2010 dengan kepemilikan saham sebesar 85%.

Pembangkit ini memasok listrik untuk wilayah Provinsi Jambi dan Bengkulu.

5. MPE

nah sedangkan MPE ini kepanjangan dari Multidaya Prima Elektrindo yang diakuisisi Medco sebesar 85%.

Power Plant ini tenaga Gas (PLTG) dengan kapasitas 2x6MW, terletak di Kali Doni Palembang Provinsi Sumatera Selatan.

PPA sudah diteken oleh PLN pada 2004 dengan kontrak selama 20 tahun dan mulai operasi komersial pada 30 april 2008.

Medco mengakuisisi MPE pada 29 Juli 2010.

Pembangkit ini memasok untuk industri dan perumahan di Jambi dan Bengkulu.

6.Singa Power Plant

ini proyek sinergi antara PT. Medco Power Indonesia dengan sister company yaitu PT. Medco E&P Indonesia yang bertindak sebagai offtaker.

lokasi pembangkit di Lapangan Singa, Lematang Provinsi Sumatera Selatan.

Pembangkit ini menggunakan tenaga Gas dengan generator turbin kapasitas 6 MW, kepemilikan saham Medco Power Indonesia sebesar 100%

7. PLTMH atau Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro

sejak 2011 Medco Power Indonesia sudah masuk di sektor Mini Hydro dengan lokasi di Cianjur, Sukabumi dan Sulawesi.

8 Tanjung Jati B

ini lini bisnis Operation and Maintenance (O&M), Pembangkit ini menggunakan batubara sebagai sumber energi

9 Ijen

Pembangkit listrik tenaga panas bumi 2×55 MW di Ijen Provinsi Jawa Timur dengan kontrak pada 2011.

Medco Power Indonesia memulai perundingan Perjanjian Pembelian Daya atau PPA dengan pihak PLN pada 2013

PT Medco Energi Internasional Tbk, Kode MEDC, alamat Kantor : Gedung The Energy, Lantai 52-55 SCBD Lot, 11A, Jl. Jend. SUdirman Senayan, Jakarta Selatan 12190

Alamat Email: medc@medcoenergi.com; corporate.secretary@medcoenergi.com

Telepon (021) 2995-3000

Yang kedua ada…

2. GROUP ADARO

Adaro Energy atau lengkapnya PT. Adaro Energy Tbk dengan kode emiten ADARO, sebuah emiten batubara,  mempunyai anak perusahaan yang bernama Adaro Power yang didirikan pada tahun 2010, Adaro Power ini fokus pada bisnis ketenagalistrikan

Pada saat data ini dikumpulkan Adaro Power sedang membangun pembangkit listrik dengan total kapasitas 2.200 MW terdiri dari PLTU Batang (2×1.000 MW) yang direncanakan selesai pada 2020 dan PLTU Tabalong (2×100 MW) yang direncanakan selesai pada 2019

Paling top bahwa PLTU Batang ini dengan kapasitas 2 x 1.000 MW yang konon akan beroperasi pada 2020 diwartakan akan menjadi pembangkit listrik pertama dan terbesar di Asia Tenggara yang menggunakan teknologi boiler ultra-supercrtitical atau USC.

Adaro ini selain mempunyai Adaro Power, ternyata mereka juga sudah merambah ke bisnis lain dengan divisi berbeda seperti ada adaro mining yang fokus pada pertambangan batubara, Adaro Service yang fokus pada layanan penambangan dengan bendera kontraktor PT. Saptaindra Sejati disini anda bisa meminta layanan perencanaan tambang, pekerjaan sipil, logirtik pertanahan dan reklamasi area pertambangan.

sedangkan bendera PT. Adaro Jasabara Indonesia hanya fokus pada anak perusahaan Adaro Energy lainnya.

bendera PT. Jasapower Indonesia sebagai operator out-of-pit overburden crusher dan conveyor system (OPCC) di tambang tutupan milik Adaro

juga ada perusahaan Coaltrade Service International Pte/Ltd (CTI) yang berbasis di Singapore, CTI masih berstatus anak perusahaan Adaro Energy yang fokus menjalankan bisnis pedagang batubara, agen pemasarab dan agen layanan terminal batubara.

banyak ya anak perusahaan group Adaro.

sebelum lanjut kita urai bisnis lain Adaro, kita kembali ke Adaro Power yang bermain di bisnis listrik.

jadi Adaro Power ini yang didirikan pada 2010 dimaksudkan sebagai kendaraan strategis Group Adaro untuk ikut meramaikan pengembangan pembangkit listrik di Indonesia.

Jadi ada peluang besar dalam  bisnis listrik ini sejak Presiden Joko Widodo meresmikan program elektrifikasi sebesar 35 GW pada 2015.

nah Pembangkit Listrik dengan tenaga batubara punya pangsa pasar sebesar 20 GW dengan volume kebutuhan pasokan batubara 80 juta ton per tahun…wah peluang bagus buat anda.

sedangkan sisanya 10 GW diisi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Energi terbaharukan, tetap ada peluang buat anda yang mau fokus di tenaga gas dan energi terbaharukan.

Ada 3 bendera Group Adaro untuk meramaikan bisnis Pembangkit Listrik,

ini dia :

  1. PT. Makmur Sejahtera Wisesa
  2. PT. Bhimasena Power Indonesia dan
  3. PT. Tanjung Power Indonesia

PT. Makmur Sejahtera Wisesa membangun pembangkit listrik tenaga batubara dengan kapasitas 2×30 MW di Tanjung Kalimantan Selatan.

Pembangkit ini melayani untuk kebutuhan operasi Group Adaro dan kelebihannya di jual kepada pihak PLN untuk masyarakat di Kalimantan Selatan dan Tengah.

berikutnya

PT.Adaro Power bekerjasama dengan pihak Electric Power Development Co.Ltd (J-Power) dan Itochu Corporation mendirikan PT. Bhimasena Power Indonesia pada 2011 untuk bisnis proyek pembangunan Pembangkit Listrik tenaga batubara dengan kapasitas 2×1.000 MW di Kabupaten Batang Jawa Tengah.

Perlu diketahui ini katanya sih pembangkit listrik yang pertama dan terbesar di Asia Tenggara yang menggunakan teknologi boiler ultra-supercritical (USC).

keunggulan USC ini saat proses pembakaran hanya membutuhkan sedikit energi untuk menghasilkan uap jenuh yang memakai sedikit batubara untuk output satu unit listrik.

listrik yang dihasilkan oleh PT. Bhimasena Power Indonesia dijual kepada pihak PLN untuk jangka waktu 25 tahun.

anak perusahaan lainnya PT. Tanjung Power Indonesia (TPI)

alah konsorsium bersama dengan jumlah saham pihak Adaro Power sebesar 65% dan pihakn perusahaan Korea East-West Power Co Ltd sebesar 35%

TPI ini membangun pembangkit listrik dengan tenaga batubara berkapasitas 2×100 MW di Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan.

Investasi proyek ini sebesar USD 400 Juta dengan sumber dana skema pembiayaan proyek dari Korea Trade Insurance Corporation (K-SURE), dan listriknya sendiri dijual kepada pihak PLN dengan kontrak PPA untuk jangka waktu 25 tahun.

teknologi yang digunakan sudah CFB.

CFB sendiri itu pengurangan emisi nitro oksida karena suhu pembakarannya yang rendah dan sudah menggunakan filter kantong untuk menghilangkan emisi abu yang sangat berbahaya bagi pernafasan manusia.

sekarang kami lanjutkan untuk menguraikan bisnis Adaro lainnya untuk sektor logistik, Land, Air, Keuangan.

Sektor Logistik

Adaro mempunyai anak perusahaan antara lain

PT. Adaro Logistic, nah Adaro Logistic ini mempunyai anak usaha lagi yakni:

PT. Maritim Barito Perkasa

PT. Sarana Daya Mandiri

Sektor lahan, Adaro mempunyai Adaro Land yang mengelola lahan, aset tanah dan properti, pembangunan infrastruktur, manajemen bisnis, pengelolaan asset tanah untuk perkebunan dan reklamasi lahan,rehablitasi dan kehutanan.

di sektor pengelolaan air Adaro mempunyai anak perusahaan PT. Adaro Tirta Mandiri (ATM).

ATM mempunyai anak perusahaan lagi yakni: PT. Drupadi Tirta Gresik (DTG) dan PT. Drpadi Tirta Intan (DTI)

ATM dan DTG serta DTI ini pilar Adaro Water yang mengelola air limbah, pengelolaan air non-pendapatan dan layanan solusi air.

Adaro Water ini dengan bendera ATM, DTG, DTI ini menjual air bersih ke pihak PDAM Gresik Provinsi Jawa Timur dan PDAM  Intan Banjar Provinsi Kalimantan Selatan.

masih banyak lagi proyek yang digarap oleh Adaro Water ini, hanya saja fokus kita dalam artikel ini mengenai power atau energi listrik sehingga kami hanya urai sebagaian saja disetiap lini bisnis Adaro Group ini.

sekarang kita ke Adaro Capital yang fokus ke bisnis permodalan.

Adaro Capital mempunyai anak perusahaan

Arindo Holdings (Mauritus) Ltd, Adaro Capital Ltd, dan Coaltrade Service International Pte, Ltd.

Arindo Holdings (Mauritius) Limited  (Arindo) ini perusahaan publik yang sudah terdaftar di Bursa Efek Mauritius Ltd (SEM).

Arindo ini menjalankan bisnis perdagangan dan broker batubara termal dan metalurgi.

kemudian untuk Adaro Capital Limited (ACL) sendiri lebih difokuskan sebagai pusat perbendaharaan Adaro kalau mereka mau investasi dalam instrumen keuangan di luar negeri.

ACL ini sendiri sudah berhasil mengakuisisi 80% saham Rio Tinto di Tambang batubara Kestrel (Kestrel) yang terletak di cekungan Bowen sebuah wilayah batubara metalurgi terkenal di dunia yang memasok batubara untuk produsen baja Jepang.

Nah untuk mengimbangi bisnis Adaro, pada 2009 Adaro mendirikan sebuah Yayasan yang bernama Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN). Kontibrusi untuk kegiatan CSR (corporate social responbility).

 ADARO ENERGY Tbk Kode ADRO

Alamat Kantor Menara Karya 23rd Floor Jl. H.R. Rasuna Said, Block X-5, Kav. 1-2 Jakarta 12950

Alamat Email : mahardika.putranto@adaro.com ;aditya.sudjono@adaro.com

Telepon 021-25533000

Yang ketiga ada…

3. WIJAYA KARYA

Mungkin banyak warga sudah mengetahui nama wijaya karya, dan tentunya sudah tidak asing lagi kalau nama tersebut sering kita temukan pada jalan atau jembatan, iya kita sering menemukan wijaya karya dengan nama wika.

Wika sudah masuk dalam bisnis Enginering, Procurement, and Construction (EPC), mereka menggarap berbagai proyek EPC dibidang kelistrikan dengan ikut serta dalam program fast track program (FTP) tahap I

Wika sudah menggarap proyek konstruksi pembangkit listrik dengan total kapasitas 8.650 MW, menggarap EPC pembangkit listrik dengan kapasitas 721 MW dan menggelontorkan modal untuk mengggarap pembangkit listrik berkapasitas 200 MW

Ternyata Wika juga punya anak perusahaan yang bernama PT. Wika Rekayasa Konstruksi yang menggarap O&M. Kalau dihitung kini Wijaya Karya sudah menangani 3 unit power plant dan 3 unit industrial plant.

Wika terbilang berpengalaman karena sudah masuk dalam bisnis listrik sebelum program megaproyek 35.000 MW digulirkan pemerintah.

Nama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.

Kode saham di bursa efek : WEGE,

 Alamat Kantor : Gedung WIKA, Lantai 8-10 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9 Jakarta 13340, Indonesia Alamat Email corsec@wikagedung.co.id

Telepon (021) 8590 8862 , Faks (021) 8590 4146

Begini langkah-langkah mendirikan Badan Usaha Perusahaan secara legal

Yang keempat ada…

4. GROUP BOSOWA

Bosowa sebuah group perusahaan Keluarga asal sulawesi selatan, pendirinya Bapak Aksa Mahmud, masih bersaudara ipar dengan Bapak M. Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI 2004-2009, 2014-2019).

mengenai perusahaan keluarga beserta keuntungannya bisa baca disini

Bosowa akronim kata dari Bone-Soppeng-Wajo.

Bosowa sendiri mempunyai Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang  berlokasi di Kabupaten Jeneponto dengan kapasitas 2×125 MW.

PLTU yang dimiliki Bosowa ini merupakan salah satu penyedia listrik utama PT. PLN di Kawasan Provinsi Sulawesi Selatan.

Sekedar informasi, Founder Group Bosowa Bapak Aksa Mahmud saat ini aktif sebagai ketua pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa, di Menteng Jakarta Pusat.

Kalau anda berkunjung ke Masjid tersebut disana ada logo Group Bosowa yang tertera pada prasasti bantuan sarana tempat wudhu pria.

Sejak berdirinya Group ini pada 22 Februari 1973, sudah banyak yang dirambah Bosowa mulai dari dealer mobil Mitshubisi, pabrik semen, perbankan sampai taksi.

Dan saat Group Bosowa juga sebagai pemegang saham 30% Bank Bukopin.

Berikutnya,

Yang kelima ada…

5. INDONESIA POWER

Nah kalau yang satu ini lahir dari perusahaan BUMN

Namanya Indonesia Power

ia adalah anak perusahaan PT. PLN, yang didirikan pada tahun 1995,

sekarang kantor Indonesia Power beralamat di Centennial Tower lantai 7 dan 8 Jalan Jendral Gatot Subroto Jakarta Selatan

ternyata  Indonesia Power masih punya lagi anak perusahaan, diantaranya

  1. PT. Cogindo DayaBersama,
  2. PT Indo Ridlatama Power,
  3. PT. Putra Indotenaga,
  4. PT Artha Daya Coalindo

Sekarang PT. Indonesia Power (IP) mengelola mengelola 5 Power Generation Unit (PGU), 12 Operation and Maintenance Unit (OMU) serta 5 Power Generation and O&M Services Unit (POMU)

Fungsi pembangkitan tenaga listrik melalui 5 (lima) PGU dengan total kapasitas terpasang sebesar 5.558 MW​.

Mari kita urai  5 PGU Indonesia Power

Apa saja:

Lima Power Generator Unit PT. Indonesia Power

Unit Pembangkit Suralaya

PLTU lokasi di Cilegon, kapasitas 3.400 MW

Unit Pembangkit Saguling

PLTA lokasi di Bandung, kapasitas 797 MW

Unit Pembangkit Mrica

PLTA lokasi Banjarnegara kapasitas 310 MW

Unit Pembangkitan Semarang

disini ada 3 jenis pembangkitan

PLTU, PLTGU, dan PLTG

lokasinya di Semarang, kapasitas 1.409 MW

dan terakhir

Unit Pembangkitan Bali, lokasi Bali

PLTD dan PLTG

kapasitas 557 MW

nah untuk

Divisi Operation and Maintenance Service Unit (OMU)

Indonesia Power mengoperasikan dan memelihara pembangkit dengan total kapasitas terpasang sebesar 5.265 MW melalui 12 Operation and Maintenance Services Unit (OMU).

rinciannya adalah :

UJP PLTU Banten 1 Suralaya

dengan Kapasitas 625 MW, lokasi di Ciligen, PLTU ini diresmikan oleh Presiden SBY pada 28 desember 2011

PLTU Labuan

Lokasi di desa Saketu Labuan Pandenglang, Banten dengan kapasitas 2×300 MW, diresmikan pada 28/1/2010 oleh Presiden SBY

PLTU Lontar

Lokasi di Kecamatan Kemiri, tangerang, banten, dengan kapasitas 3×315 MW, PLTU ini punya nama lain namanya {LTU Banten 3 Lontar

berikutnya

UJP Jabar 2 Pelabuhan Ratu,

Lokasi di Pelabuhan Ratu Kab. Sukabumi, mempunyai kapasitas 3x350MW

UJP PLTU Jawa Tengah Adipala,

mempunyai kapasitas 660 MW. ini merupakan pembangkit listrik PPDE 1 yang terakhir dibangun di Pulau Jawa dikelola (O&M) oleh PT Indonesia Power. PLTU ini menggunakan supercritical boiler dengan tekanan uap mencapai 25.4 MPa.

UJP PLTU Pangkalan Susu,

lokasinya di desa Tanjung Pasir,Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. berkapasitas 2×200 MW, dengan luas areal 105 Ha.

UJP PLTGU Cilegon,

di Desa Margasari, Kecamatan Pulo Ampel, Serang, Banten. terpasang kapasitasnya 1×740 MW.

UJP PLTU Barru,

lokasinya di Desa Lampoko Kecamatan Balusu, barru, Sulawesi Selatan. mempunyai kapasitas 2×50 MW

UJP PLTU Jeranjang,

Lokasi di Desa Taman Ayu, Kec. Gerung, Lombok Barat, NTB. mempunyai kapasitas 3×25 MW.

UJP PLTU Sanggau,

lokasinya di Desa Sungai Batu, Kec. Kapuas, Kab. Sanggau, Kalimantan Barat, dengan kapasitasnya 2x7MW

UJP PLTU Houltecamp

PLTU Houltecamp berlokasi di District Muaratami Kota Jayapura, Papua dengan kapasitas terpasang 2 x 10 MW.​

UJP Sintang,

unit jasa pembangkitan PLTU Sintang berada di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, mempunyai kapasitas sebesar 3×7 MW.

sekarang kita uraikan

Divisi Power Generation and O&M Service Unit (POMU)

PT. Indonesia Power mempunyai 3 (tiga) Unit Pembangkit dan Jasa pembangkitan dengan total kapasitas terpasang sebesar 3.142 MW

ada

Unit Pembangkit Perak dan Grati, UPJP Priok, dan UPJP Kamojang.

UPJP Perak dan Grati

Unit Pembangkit Perak dan Grati ini kombinasi tenaga gas dan uap. lokasinya di Pasuruan, Jawa Timur. PLTGU ini mempunyai kapasitas 764 MW

UPJP Priok,

unit ini terletak di pantai utara, Jakarta. mengelola 14 unit dengan 8 unit PLTGU, dan 6 unit PLTD dengan total kapasitas terpasang 1.196,08 MW.

kemudian mengoperasikan 6 unti PLTD di Senayan dengan kapasitas 16,08 MW yang menjamin pasokan untuk kebutuhan sidang-sidang MPR.

selain itu UPJP Priok mengelola yang dimiliki Indonesia Power.

perusahaan juga mengelola jasa O&M milik PLN yaitu PLTGU Priok Blok 3 dengan kapasitas terpasang 740 MW

UPJP Kamojang

unit pembangkit dan jasa pembangkitan Kamojang mengelola 7 unit Pembangkit Tenaga Listrik Panas Bumi yang berkapasitas sebesar 375 MW. Pembangkit tersebut dioperasikan oleh 3 sub unit yaitu 3 unit PLTP Kamojang di Kab. Bandung, 1 unti PLTP di Drajat di Kab. Garut, dan PLTP Gunung Salak ada 3 unit di kab. Sukabumi.

UPJP Kamojang ini mengelola pembangkit milik PT. Indonesia Power, dan juga mengelola jasa O&M milik PLN yaitu PLTP Ulumbu dengan kapasitas terpasang 4×2,5MW.

Karena PT. Indonesia Power ini memang perusahaan spesialis pembangkit tenaga listrik yang mengelola lebih kurang 8.877 MW pasokan listrik untuk seluruh Indonesia, maka tidak ada salahnya jika kiranya kami mencoba menuliskan sejarah awalnya berdirinya.

  • 1995, Pendirian PT. PLN Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa-Bali I (PT PLN PJB I)
  • 1997, Pendirian Anak Perusahaan PT. Artha Daya Coalindo
  • 1998, Pendirian Anak Perusahaan PT. Cogindo Daya Bersama
  • 2000, Perubahan Nama PT PLN PJB I menjadi PT. Indonesia Power dan Pencanangan Visi dan Misi
  • 2000, Pendirian Anak Perusahaan PT. Rekadaya Elektrika
  • 2004, Penajaman Misi Perusahaan Fokus pada BIdang Pembangkitan Tenaga Listrik
  • 2005, Pendirian Anak Perusahaan PT Indo Pusaka Berau
  • 2007, Pendirian anak perusahaan PT. Indo Ridlatama Power
  • 2009, Pengembangan usaha di bidang penyediaan Jasa Operation & Maintenance (O&M)
  • 2010, Penetapan Target World Class Service (WCS) 2015
  • 2015, Indonesia Power Top 100 WCS

Kini (data 2018) PT. Indonesia Power mempunyai aset Rp. 196. 133.000.000.000 dan laba bersih perusahaan sekitar Rp.3.502.000.000.000

Sedangkan Pembangkit milik sendiri (data 2018) berkapasitas 8.623 MW dan Pembangkit Jasa O&M mempunyai kapasitas sebesar 8.954 MW

Kemudian

Yang keenam ada…

6. GROUP ASTRA

Group Astra didirikan oleh om William Soerjadjaja atau Tjia Kian Liong pada 1950an, Group  ini mempunyai anak usaha PT. United Tractors Tbk yang resmi memasuki bisnis listrik pada september 2017 dengan memulai pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jawa IV di Jepara Jawa Tengah dengan kapasitas 2×1.000 MW

Selain mendapatkan pendapatan dari bisnis listrik , Astra juga akan mendapatkan pendapatan dari penjualan batubara untuk menyuplai pembangkit listrik dalam proyek tersebut yang membutuhkan 7 ton batubara per tahun, PT. United Tractors mendapat quota sepertiga untuk menyuplai batubaranya.

PT Astra International Tbk

Alamat gedung di Menara Astra Lt. 59, Jl. Jenderal Sudirman Kav 5-6 ,Jakarta 10220, Indonesia

Telepon : (021) 5084 3888, Faksimili : (021) 6530 4957

Email: Corporate Communications : corcomm@ai.astra.co.id, Corporate Investor Relations : investor@ai.astra.co.id

Yang ketujuh ada…

7. WASKITA KARYA

Perusahaan milik negara ini pada 2007 mendirikan anak usaha PT. Waskita Karya Energi yang menjadi perusahaan holding bagi PT. Waskita Sangir Energi yang bergerak dalam bidang Pembangkit Listrik Tenaga Minihydro (PLTM) dengan kapasitas 2x4MW

Pada 2017 Waskita Karya melakukan kerjasama dengan perusahan listrik negara PLN untuk pembangunan transmisi 500 kilo volt (KV) Sumatera. Muara Enim-New Aurduri sepanjang 554 kilometer sirkit (kms)

Ada…

Yang kedelapan yaitu…

8. PAITON ENERGY

Pembangkit Listrik milik Paiton Energy

Berikutnya pelaku bisnis listrik di Tanah Air adalah Paiton Energy.

Paiton Energy merupakan operator pembangkit listrik terbesar di tanah air (data 2018) dengan kapasitas 2.045 megawatt. Pantastis, Paiton Energy menjual seluruh produksi listriknya kepada PT. PLN

Perlu diketahu 10% konsumsi listrik di Pulau  Jawa disupplai oleh Paiton Energy, dengan hasil produksi listrik 13.500 GWh per tahunnya

Paiton energy adalah anak perusahaan PT. Toba Bara Energy, hal ini dicapai setelah pada 12 Desember 2018 PT. Toba Bara Energi mengakuisisi 100% saham PT. Batu Hitam Perkasa (BHP) yang merupakan pemegang saham 5& di PT. Paiton Energy

Sedangkan PT. Paiton Energy itu sendiri perusahaan spesialis pembangkit listrik yang didirikan pada bulan Februari 1994

dan memulai operasi komersialnya dengan dua pembangkit listrik (Unit 7 dan 8) pada bulan Mei dan Juli 1999.

Dengan kapasitas masing-masing unit adalah 615MW.

Sebagai Independent Power Producer ( IPP) swasta  terbesar di Indonesia

Kini pemegang saham utama Paiton adalah

Jepang,Qatar danIndonesia,

  • Mitsui & Co., Ltd.,
  • Nebras Power QSC, Jera Co., Inc. dan
  • PT Batu Hitam Perkasa.

Untuk aspek pendanaan proyek

Paiton Energy pernah menerbitkan  obligasi dengan nilai US$ 2 miliar dan pinjaman US$ 750 juta melalui SPV Minejesa Capital.

Obligasi tersebut adalah surat utang pertama yang meraih peringkat investment grade dan obligasi dengan nilai amortisasi terbesar untuk sebuah proyek infrastruktur di Asia sejak tahun 2000.

Sedangkan PT. Toba Bara sendiri merupakan produsen batu bara di Indonesia dengan lokasi di Sangasanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang memiliki luas konsesi area sekitar 7.087 hektar

dimana

yang saat ini saat ini, pemegang saham terbesar PT. Toba Bara adalah Highland Strategic Holdings Pte. Ltd (HSH) yang merupakan perusahaan investasi dari Singapura dengan fokus investasi antara lain di sektor energi.

Oh iya, Sandiaga Uno pada 2017 pernah mempunyai saham Paiton Energy juga, beliau masuk lewat perusahaan investasinya PT. Saratoga Investasi Sedaya, Tbk

Kantor Pusat Sentral Senayan Ii, Lantai 5, Jl. Asia Afrika No. 8 Jakarta 10270, Indonesia

Phone : +62 (21) 5797 4524, Fax : +62 (21) 5797 4525

Info@Paitonenergy.Com

Yang kesembilan ada…

9. JAWA POWER

PT. Jawa Power sebagai perusahaan spesialis pembangkit listrik memiliki pembangkit listrik tenaga batubara 1.220 MW yang berlokasi di kompleks pembangkit listrik Paiton di Jawa Timur, Indonesia.

Jawa Power adalah salah satu IPP terbesar di Indonesia dengan perjanjian pembelian listrik 30 tahun dengan PT. PLN (Persero), perusahaan listrik milik negara. Pembangkit listrik memasok listrik ke jaringan Jawa-Bali 500 kV, yang dimiliki dan dioperasikan oleh PLN.

Pembangkit listrik mulai konstruksi pada tahun 1996 dan memasuki operasi komersial pada tahun 2000.

siapa saja pemilik saham PT.Jawa Power

sahamnya dimiliki oleh 

  • Siemens  Jerman (50%), 
  • YTL Power International  dan Marubeni Corporation  (35%), dan
  • PT. Bumipertiwi Tatapradipta dari Indonesia (15%).

Desain, Rekayasa, Pengadaan, Konstruksi (EPC) dan commissioning start-up dari pembangkit listrik dilakukan oleh konsorsium yang dipimpin oleh Siemens.

Anak perusahaan YTL Power International yang sepenuhnya dimiliki, PT YTL Jawa Timur, adalah operator O&M untuk Jawa Power.

Jawa Power adalah satu-satunya pembangkit listrik tenaga batu bara di Indonesia yang telah menerima dua kali PROPER GOLD Awards (2013 & 2016) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Kantor PT. Jawa Power di Summitmas II Lt 20, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 61-62, Kebayoran Baru, RT.5/RW.3, Senayan, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12190.

Kompleks Pembangkit Listrik Paiton terletak 140 km sebelah timur Surabaya, di kabupaten Paiton Probolinggo, Jawa Timur.

Kompleks ini terletak di pantai dan dirancang untuk kapasitas berbahan bakar batubara 4.000 MW. Situs ini telah dirancang untuk mengakomodasi delapan (8) unit pembangkit listrik.

  • PT. Pembangkitan Jawa Bali: Unit 1 & 2 (2 × 400 MW)
  • PT. Jawa Power: Unit 5 & 6 (2 × 610 MW)
  • PT. Energi Paiton: Unit 7 & 8 (2 × 610 MW).

Area untuk Unit 3 & 4 sekarang ditempati oleh satu unit pembangkit listrik superkritis 800 MW milik Paiton Energy.

Dan PT. Jawa Power ini sempat bersaing dengan Paiton Energy dalam proyek pembangunan PLTU Paiton unit 3 dan 4 dengan kapasitas 800 MW

Yang kesepuluh ada…

10. GROUP BAKRIE

Group yang didirikan oleh Achamad Bakrie Ayahanda Aburrizal Bakrie ini terjun kedalam bisnis listrik sejak tahun 1994, sudah terbilang lama ya.

Bakrie masuk dengan mendirikan anak usaha PT. Bakrie Power

Berikut ini beberapa proyek PT. Bakrie Power:
  • PLTU Tanjung Jati A 2×660 MW
  • PLTP Sokoria  6×5 MW
  • PLTP Ngebel 3×55 MW
  • PLTS di Jawa Barat 150 MW
  • PLTU Tanjung Bara 3×18 MW

Kini PT. Bakrie Power sudah merencanakan untuk masuk dalam bisnis energi terbaharukan dan berkomitmen menjadi salah satu pemain terbesar di Indonesia.

Bakrie Group atau Kelompok Usaha Bakrie adalah sebuah perusahaan konglomerat yang didirikan oleh Achmad Bakrie pada tahun 1942.

Perusahaan bergerak di banyak bidang, termasuk, Pertambangan, MIGAS, Properti, Infrastruktur, Pertambangan, Media, dan Telekomunikasi. Wikipedia

Pendirinya sendiri  bernama Achmad Bakrie, ia ayahhanda Aburrizal Bakrie mantan Menko di Era Pemerintahan Presdien SBY

Dan  kode sahamnya: BNBR.

sedangkan anak usahanya, antara lain:

  • Bakrie & Brothers
  • Bakrie Global
  • Bakrieland
  • Freedom Institute
  • Bakrie Sumatra Plantations
  • Bumi Resources
  • Energi Mega Persada
  • Bakrie Kalila Investment

Yang kesebelas,

11. PJB

PT. Pembangkit Jawa Bali atau PT.PJB merupakan anak perusahaan PT. PLN (persero) yang memiliki lima unit bisnis dibidang kelistrikan, berikut ini uraiannya :

  1. Unit Pembangkit IPP, ada 9 unit pembangkit yang dimiliki dengan kapasitas 7.055 MW
  2. Jasa Operasi dan Maintenance (O&M), ada 7.001 MW yang dikelola yang tersebar di 25 lokasi
  3. Enginering, Procurement and Construction (EPC), PT. Pembangkit Jawa Bali mendirikan anak usaha PT. Rekadaya Elektrika, dan lokasi yang dikerjakan dari beberapa wilayah mulai dari Sumatera dan Papua.
  4. Pendanaan Investasi dan
  5. Layanan suku cadang yang didirikan pada 1995.

Sedangkan berita terbaru dari PJB diantaranya

Pada 25 feb 2019

ekspansi PLTU CILACAP 1X660 MW, di desa Karangkandri, Siarang dan Manganti, Kabupaten Cilacap. Tambahan 660 MW untuk sistem Jawa Bali ini diperkirakan PLN bisa melayani tambahan pelanggan baru hingga 682.000 pelanggan rumah tangga

pada 15 April 2019

PT.PJB dan PT. PLN UIKL Sulawesi menandatangani perjanjian jasa Operasi dan Pemeliharaan PLTU Anggrek 2×25 MW di Gorontalo serta perjanjian EAM di UPDK Minahasa dan UL PLTG Gorontalo

pada 13 Desember 2019

PLTU JAWA 7 1X1000 Mw telah berhasil dioperasikan secara komersial (commercial operation date/COD), beritaacara penandatanganan antara PT. Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (PT SGPJB dengan PT. PLN (persero))

PLTU Nii Tanasa, Kecamatan Lalonggasumeeto, Konawe, Sulawesi Tenggara disebut juga PLTU Kendari berkapasitas 3×10 MW mempunyai karyawan 123 orang dengan 70 orang asli Kendari

Pada 13 januari 2020

Penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) untuk PLTS Terapung Cirata antara PT PJB dengan Masdar
Penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) untuk PLTS Terapung Cirata antara PT PJB Investasi dengan Masdar

PLTS Terapung di Waduk Cirata, PLTS Terapung Terbesar di ASEAN dengan  kapasitas 145 MW, pembangkit dibangun di atas perairan waduk cirata akan dikembangkan anak usaha PT. PJB yakni PT.PJB Investasi bekerjasama dengan Masdar perusahaan dari Uni Emirat Arab, Kontrak PPA (power purchase agreement) PLTS Terapung Cirata di tandatangani di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 13 Januari 2020. proyek ini senilai Rp, 1,8 triliun .

proyek ini untuk mendukung program pengurangan emisi karbon sebesar 29% pada tahun 2030, dimana komitmennya sudah ditandatangani pada Paris Agreement tahun 2015.

Tahap konstruksi Proyek PLTS Terapung Cirata dimulai pada awal 2021.

Yang keduabelas ada…

12. PT.PP PERSERO

PP mendirikan anak usahanya yang bernama PT. PP energi dan saat ini memiliki 474 MW IPP yang meliputi:

  1. IPP Lampung tengah dengan kapasitas 2×7 MW
  2. IPP Palang Duku dengan kapasitas 60 MW
  3. Dan IPP Meulaboh dengan kapasitas 2×200 MW

Di sektor Engineering, Procurement, Construction (EPC) PP sudah mengerjakan Pembangkit dengan total kapasitas 2.720 MW sedangkan yang masih tahap on going sudah sebesar 550 MW

Dan untuk proyek renewable energy PT. PP sudah memiliki 2 pembangkit yakni PLTA Mini Hydro dengan kapasitas 10 MW yang terletak di Lau Gunung di Sumatera

Serta

PLTS Sampah (PLTSa) di Surakarta Jawa Tengah dengan kapasitas 10 MW

Perlu diketahui untuk saat ini fokus PP masih di model bisnis EPC, jika populasinya sudah meningkat dan target elektrifikasi 35.000 MW dari pemerintah sudah tercapai, maka PP akan beralih ke  bisnis O&M yang akan mengalami peningkatan,

Kemudian…

Yang ketigabelas ada…

13. TRITAMA MITRA LESTARI

Satu lagi pemain bisnis listrik di tanah air yang terjun langsung ke sektor EPC dan O&M, yakni Tritama Mitra Lestari (TMLEnergy).

Perusahaan ini berfokus pada pembangkit listrik tenaga surya (solar energy sistem)

TMLEnergy sudah membangun pembangkit listrik tenaga surya lebih seratus lokasi di seluruh Indonesia.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya ini memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi, kapasitas yang sudah terbangun lebih dari 4MWp.

Anda tertarik masuk dalam bisnis ini, dan mengikuti jejak Tritama Mitra Lestari?

Yang keempatbelas ada…

14. GROUP BARITO PACIFIC

Group Barito Pacific mempunyai anak usaha yakni Star Energi yang telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal (panas bumi)

di 3 lokasi berbeda yakni

  • Wayang Windu dengan kapasitas 110 MW dan 117 MW,
  • Salak dengan kapasitas 377 MW,
  • Darajat dengan kapasitas 271 MW.

Berdasarkan informasi yang terhimpun, pada akhir 2018 dan awal 2019 Star Energy  bekerjasama dengan Indonesia Power, anak perusahaan PT. PLN (persero) untuk memulai pembangkit Jawa 9 dan 10.

Yang terakhir, kelimabelas.. 

 15. CIREBON POWER

Kemudian pebisnis lain untuk model bisnis sebagai Inpendent Power Producer (IPP) adalah Cirebon Power, sebuah perusahaan yang didirikan pada 2007.

Ini konsorsium multinasional, dimana dibentuk bersama oleh :

  • Marubeni Corporation
  • Indika Energy
  • Korean Midland Power (Komipo) dan
  • Samtan Corporation

Cirebon Power pada 2012 berhasil membangun pembangkit listrik di (unit 1) Kanci, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat dengan kapasitas 1x 660 MW

Unit 1 ini dimulai pembangunannya pada 2008 dan dioperasikan secara komersil pada 2012, artinya butuh 4 tahun untuk bisa menuntaskannya.

Unti 1 ini sudah menggunakan teknologi batubara bersih supercrtitical technology (SC) dan menggunakan tenaga personil sekitar 200 orang.

Dan saat data ini dikumpulkan, Cirebon Power sedang membangun lagi unit II dengan kapasitas 1000 MW berteknologi Ultra-Supercritical Technology (USC). Target penyelesaian unit II ini pada 2022.

Sedangkan lahan yang di miliki oleh Cirebon Power di Kabupaten Cirebon ini seluas 200 hektare.

Lima belas perusahaan pembangkit listrik ini bisa menjadi rujukan anda untuk masuk menimbah gurihnya keuntungan bisnis listrik di negeri kita.

Dari limabelas perusahaan diatas, kita masih bisa pilah lagi dalam menjalankan bisnis energi tersebut…

Ada pendekatan model bisnis dan sumber daya.

Mari kita kelompokkan

Model Bisnis

Ada 3 model bisnis yang bisa dipertimbangkan

Yang pertama:

Sebagai IPP, Independent Power Producer

Yang kedua:

Sebagai EPC, Engineering, Procurement, Construction

Yang ketiga :

Sebagai O&M

Yakni layanan Operation and Maintennace

berikutnya

Sumber Daya

Dan dari limabelas perusahaan pembangkit listrik diatas ada enam sumberdaya yang digunakan

Yang pertama:

Batubara

Menggunakan batubara sebagai bahan bakar untuk mesin pembangkit, Group besar seperti Adaro, Medco dan Indonesia Power masih dominan menggunakan batubara sebagai bahanbaku untuk menyalakan mesinnya.

PLTU atau pembangkit listrik tenaga uap dengan bahan baku batubara masih mendominasi, hal ini dikarenakan harga batubara yang masih murah dan kandungan depositnya yang masih besar

Sumber daya yang kedua adalah

Gas. 

Pembangkit Listrik Tenaga Gas.

Medco Power sudah menggunakan Gas sebagai sumber daya untuk pembangkitnya di Pekanbaru dengan kapasitas 275 MW. Panas yang dibuang oleh PLTG dimanfaatkan lagi untuk menghasilkan uap yang digunakan sebagai fluida kerja di PLTU

Sumber daya yang ketiga adalah

Panas Bumi atau Geothermal

Panas bumi salah satu energi baru dan terbarukan, sumberdayanya melimpah ada sepanjang tahun terlebih untuk negara yang mempunyai musim panas seperti Indonesia.

Star Energy sudah menjalankan bisnis ini, Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal atau panas bumi milik mereka sudah berdiri di tiga lokasi, Wayang Windu berkapasitas 110 MW dan 117 MW, Salak kapasitas 377 MW dan Darajat dengan kapasitas 271 MW, semuanya di Jawa Barat.

Sumber daya yang keempat

adalah tenaga surya atau matahari, kita mengenalnya dengan PLTS

Pembangkit Listrik Tenaga Surya.

Saat ini yang sedang mengembangkan PLTS adalah PT.PJB melalui anak usahanya PT. PJB Investasi

PLTS Terapung di waduk Cirata

PLTS ini yang terbesar di Indonesia dan ASEAN, proyek konstruksinya akan dimulai pada awal 2021

Nilai proyek ini sekitar Rp. 1,8 triliun, hasil kerjasama dengan Masdar , sebuah perusahaan asal  Uni Emirat Arab.

Perjanjian Pembelian Daya nya sendiri sudah ditandatangani secara bersama-sama antara PLN, PT.PJB Investasi dan Masdar di Dubai pada 13 Januari 2020.

Pembangkit bertenaga surya ini berkapasitas 145 MW.

sumber daya yang kelima:

Sampah,

seperti PLTS Sampah (PLTSa) di Surakarta Jawa Tengah dengan kapasitas 10 MW milik PT. PP (persero)

sumber daya yang keenam:

tenaga air,

seperti Unit Pembangkit Saguling, PLTA milik PT. Indonesia Power,lokasi di Bandung, kapasitas 797 MW

Apakah anda sudah mendapatkan bayangan jelas siapa saja yang ikut meramaikan bisnis pembangkit listrik di tanah air ini?

Limabelas perusahaan diatas kami ringkaskan berdasarkan  informasi yang sudah tersedia di publik, artinya bisa jadi anda sudah pernah mendengar kiprah mereka sebelumnya terlepas dengan ada rangkuman artikel ini.

Semoga bermanfaat ya dengan artikel ini, jika dirasakan manfaatnya silahkan dishare.

Terima kasih.