Tips Jual-Beli Tanah

Tips Jual Beli tanahMari yuk kita dalami seperti apa sih ketentuan jula-beli tanah yang harus kamu penuhi prosedurnya.

jangan sampai niat kamu membeli tanah untuk mengembangkan usaha atau proyek kamu justru berakibat fatal karena ada kecacatan hukum.

Jual-beli tanah merupakan hal yang sangat penting yang harus kamu cermati, jangan sampai niat kamu membeli tanah mengakibatkan permsalahan yang pelik dikemudian hari

Tahu gak banyak usaha atau proyek menjadi sedikit terhambat karena adanya pemasalahan proses jual beli tanah.

banyak contoh kasus, proyek jalan tol terhambat karena kasus jual-beli tanah (ganti rugi), proyek perumahan menjadi kasus gugatan dipengadilan, proyek tambak udang menjadi tersendat karena adanya gugatan perdata, proyek pembangunan hotel atau mall menjadi bahan perbincangan warga karena adanya gugatan warisan tanah di pengadilan.

Bagian  akhir kami berikan tips sederhana untuk mengetahui apakah tanah yang rencana kamu akuisisi itu clean and clear.

Prosedur jual beli tanah bisa berjalan lancar kalau sesuai ketentuanmaka itu kejelian anda dalam mengurus jual-beli tanah ini menjadi faktor penentu kelancaran usaha anda kelak, jangan diabaikan.

Pejabat yang berwenang untuk melaksanakan jual-beli tanah adalah Pejabat Pembuat Akta tanah (PPAT) yang terdiri dari;

Pejabat Pembuat Akta Tanah sementara

mungkin anda sudah kenal dengan jabatan camat, camat ini diangkat sebagai pejabat pembuat akta tanah untuk daerah-daerah terpencil

Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)

Notaris yang diangkat sebagai PPAT berdasarkan surat keputusan kepala badan pertanahan untuk wilayah kerja tertentu

jadi hanya ada dua jenis PPAT, pertama camat dan kedua Notaris yang diangkat BPN.

untuk melakukan proses jual-beli dan balik nama dan atau bangunan maka anda harus menyiapkan data dan dokumen sebagai berikut :

Data tanah

  • Asli pajak bumi dan bangunan (PBB) 5 tahun terakhir disertai dengan surat terima setoran
  • Asli sertifikat tanah (untuk pengecekan dan balik nama)
  • Asli Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bila ada dan untuk diserahkan kepada pembeli setelah proses jual-beli selesai
  • Bukti pembayaran rekening listrik, telepon, air (bila ada)
  • Jika masih dibebani hak tanggungan (hipotek) harus ada surat roya dari bank yang bersangkutan

Data penjual dan pembeli masing-masing yang terdiri dari:

Jika  perorangan

pembeli dan penjual merupakan perseorangan maka data dan dokumen yang diperlukan adalah sebagai berikut:

  1. fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) suami-istri
  2. fotokopi kartu keluarga (KK) dan akta nikah
  3. fotokopi keterangan WNI atau ganti nama (bila ada, untuk WNI keturunan)

Jual Beli TanahJika Perusahaan

Jika perusahaan yang melakukan proses jual-beli maka dokumen yang harus disiapkan adalah

  1. fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) direksi dan komisaris yang mewakili
  2. fotokopi anggaran dasar lengkap berikut pengesahan dan menteri hukum dan HAM
  3. rapat umum pemegang saham Perseroan Terbatas (PT) untuk menjual atau surat pernyataan sebagian kecil aset

Jika Suami/Istri sudah wafat

jika suami/istri atau kedua-duanya yang namanya tercantum dalam sertifikat sudah meninggal dunia maka yang akan melakukan jual-beli tersebut adalah ahli warisnya. jadi data-data yang diperlukan adalah:

  1. surat keterangan waris:
  • untuk pribumi adalah surat keterangan waris yang disaksikan dan dibenarkan oleh lurah yang dikuatkan oleh camat
  • untuk WNI keturunan adalah surat keterangan waris dari notaris
  1. fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) seluruh ahli waris
  2. fotokopi kartu keluarga (KK) dan akta nikah
  3. bukti pembayaran BPHTB waris (pajak ahli waris) dimana besarnya adalah 50% dan BPHTB jual beli setelah dikurangi dengan nilai tidak kena pajaknya
  4. bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) yang terakhir
  5. rekomendasi dari RT/RW
  6. rekomendasi dari kecamatan
  7. kartu tanda penduduk (KTP) dari pemrakarsa

selain persyaratan dokumen diatas seluruh ahli waris harus hadir untuk tanda tangan akad jual-beli atau surat persetujuan dan kuasa dari seluruh ahli waris kepada salah seorang diantara mereka yang dilegalisir oleh notaris

jangan pernah melakukan transaksi jual-beli pada malam hari, walaupun sang pemilik sedikit memaksanya, sebaiknya kamu mencari alasan untuk melanjutkan pada siang hari.

Sebelum melakukan transaksi sebaiknya kamu meminta pada pemilik tanah untuk secara bersama-sama dengan pemilik tanah bagian tetangga atau ketua RT dan juru ukur dari pihak BPN untuk melakukan pengukuran.

Pilihlah hari yang dimana warga setempat itu sedang libur sehingga acara pengukuran tanah ini bisa disaksikan bersama, kalau pihak penjual mengatakan ukuran tanah sama dengan ukuran disertifikat, anda sebagai pihak pembeli jelaskan bahwa anda membutuhkan kesesuaian data dilapangan dengan data disertifikat.

Biasanya kalau tanah itu bermasalah maka akan ada pihak yang memprotes pada saat pengukuran bersama, inilah fungsi acara pengukuran ulang agar para pihak yang merasa dirugikan kepentingannya bisa langsung bertemu dengan pihak penjual tanah.

Dan untuk transaksi sebaiknya anda membayar dulu down payment (DP) dan harus ada jeda dengan pembayaran berikutnya, ini dimaksudkan kalau ada permasalahan yang muncul bisa langsung diselesaikan dan anda sebagai pembeli tidak dirugikan sebelum ada pembayaran tahap berikutnya.

Hindari pembayaran langsung lunas karena persoalan tanah ini selalu ada saja sedikit cerita tantangannya.

Kalau sudah clean dan clear anda tentu sudah mendapatkan asset tetap yang bagus dan kalau lokasinya strategis dan memiliki jalan dengan lebar minimal enam meter maka nilai asset anda akan bergerak naik.