4 Tahapan Go Public di pasar modal agar sukses mendapatkan dana murah

Go PublicJika saat ini anda sedang berkeinginan untuk Go Publik di pasar modal dengan pertimbangan agar perusahaan anda mendapatkan sumber dana yang murah dan bisa meningkatkan citra perusahaan makin baik

sebaiknya anda menyusun rencana agar aksi korporat yang anda canangkan tidak gagal

ini tahapannya yang harus dilakukan perusahaan dalam proses penawaran umum go publik di pasar modal indonesia atau Bursa Efek Jakarta

Tahapan Go Public di Pasar Modal Indonesia

Kami membagi enam tahapan untuk bisa anda melisting perusahaan di bursa efek, mulai dari tahapan persiapan, tahapan pengajuan pernyataan pendaftaran, tahapan penawaran saham, dan tahapan pencatatan saham di bursa efek

kita mulai…

#1.Tahap persiapan

Perusahaan yang akan menerbitkan saham terlebih dahulu melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk membentuk kesepakatan di antara para pemegang saham dalam rangka penawaran umum saham.

Setelah sepakat, emiten menentukan penjamin emisi serta lembaga dan penunjang pasar yang meliputi lembaga-lembaga berikut ini.

1.         Penjamin emisi (under writer), merupakan pihak yang membantu emiten dalam rangka penerbitan saham. Tugasnya antara lain, menyiapkan berbagai dokumen, membantu menyiapkan prospektus, dan memberikan penjaminan atas penerbitan.

2.         Akuntan publik (auditor independen), merupakan pihak yang bertugas melakukan audit dan pemeriksaan laporan keuangan calon emiten.

3.         Penilai, yaitu pihak yang melakukan penilaian terhadap aktiva tetap perusahaan dan menentukan tingkat kelayakannya.

4.         Konsultan hukum (legal opinion) membantu dan memberikan pendapat dari sisi hukum.

5.         Notaris bertugas membuat angka-angka perubahan anggaran dasar, akta-akta perjanjian, dan notulensi rapat.

lembaga-lembaga atau profesional di atas adalah lembaga penunjang pasar modal yang turut serta membantu anda untuk go publik sampai sukses mendapatkan dana murah

#2.Tahap Pengajuan Pernyataan Pendaftaran

Calon emiten melakukan pendaftaran dengan dilengkapi dokumen-dokumen pendukung kepada Bapepam.

Kemudian bapepam memutuskan calon emiten memenuhi persyaratan atau tidak.

(keuntungan perusahaan go publik ada di artikel : Go Publik dengan menjual saham

#3.Tahap Penawaran Saham

Pada tahapan inilah emiten menawarkan sahamnya kepada masyarakat investor melalui agen-agen penjual yang telah ditunjuk.

Dalam tahapan ini keinginan investor untuk memiliki saham terkadang tidak terpenuhi.

Misalnya, saham yang dilepas ke pasar perdana sebanyak 150 juta lembar saham, sementara investor berminat untuk sejumlah 250 juta lembar saham.

Investor yang belum mendapatkan saham dapat membelinya di pasar sekunder setelah saham dicatatkan di bursa efek.

(ada beberapa tipe saham yang  ditawarkan oleh para emiten kalau ingin go publik)

#4.Tahap Pencatatan Saham di Bursa Efek

Setelah saham ditawarkan di pasar perdana, selanjutnya saham dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

Pencatatan saham dapat dilakukan di bursa efek tersebut.

Syarat Pencatatan Saham di BEI

Calon emiten dapat mencatatkan sahamnya di bursa

apabila telah memenuhi syarat berikut:

•           Pernyataan pendaftaran emisi telah dinyatakan efektif oleh Bapepam.

•           Laporan keuangan harus sudah diaudit oleh akuntan publik, diregistrasi di Bapepam OJK dan mendapat pernyataan unqualified opinionuntuk tahun fiskal kemarin.

•           Jumlah minimum adalah satu juta lembar saham.

•           Jumlah minimum pemegang saham awal adalah 200 investor dengan masing-masing memiliki minimum 500 lembar.

•           Mempunyai aktiva minimum sebanyak Rp. 20 Miliar, ekuitas pemegang saham (stockholder’s equity) minimum sebesar Rp 7.5 miliar dan modal yang sudah disetor (paid up capital) minimum sebesar Rp 2 miliar.

•           Minimum kapitalisasi setelah penawaran ke public sebesar Rp. 4 miliar.

•           Khusus calon emiten pabrik, tidak dalam masalah pencemaran lingkungan (hal tersebut dibuktikan dengan sertifikat AMDAL) dan calon emiten industri kehutanan harus memiliki sertifikat ecolabeling (ramah lingkungan).

•           Calon emiten tidak sedang dalam sengketa hukum yang diperkirakan dapat memengaruhi kelangsungan perusahaan.

•           Khusus calon emiten bidang pertambangan, harus memiliki izin pengelolaan yang masing berlaku minimal 15 tahun; memiliki minimal satu kontrak karya atau kuasa penambangan atau surat izin penambangan daerah; minimal salah satu anggota direksinya memiliki kemampuan teknis dan pengalaman di bidang pertambangan; calon meiten sudah memiliki cadangan terbukti (proven deposit) atau yang setara.

•           Khusus calon emiten yang bidang usahanya memerlukan izin pengelolaan (seperti jalan tol, penguasa hutan) dan harus memiliki izin tersebut minimal 15 tahun.

sedangkan kalau anda berniat mencari pinjaman bilateral dengan skema pinjaman investor asing, dengan pertimbangan bunga yang murah, ada grace periode (bebas hutang pokok plus bunga selama 3 tahun) maka anda bisa membaca syarat dan ketentuan investor disini

 

 

sumber gambar : bus