Siapa saja pihak-pihak yang terlibat dalam usaha ‘leasing’

Leasingsejarah singkatnya leasing yang masuk kategori perusahaan pembiayaan mulai marak pada akhir 1994, dengan jumlah 170 perusahaan swasta nasional.

Semuanya dalam bentuk badan hukum perseroan terbatas dan 55 perusahaan patungan. dan hampir semua perusahaan ini melakukan kegiatan leasing.

leasing saat itu menjadi primadona walaupun jumlah perusahaan tersebut sudah memiliki ijin usaha untuk anjak piutang, kartu kredit, dan modal ventura

Begini mekanisme Leasing

pihak-pihak yang terkait dengan leasing

untuk melakukan kegiatan leasing pasti melibatkan empat pihak yang berkepentingan yaitu; lessor, lesse, supplier, dan bank atau kreditor

Lessor

Lessor adalah perusahaan leasing atau pihak yang memberikan jasa pembiayaan kepada pihak lesse dalam bentuk barang modal.

lessor dalam financial lease bertujuan untuk mendapatkan kembali biaya yang telah dikeluarkan untuk membiayai penyediaan barang modal dengan mendapatkan keuntungan.

sedangkan lessor dalam operator lease, bertujuan mendapatkan keuntungan dari penyediaan barang serta pemberiaan jasa-jasa yang berkenaan dengan pemeliharaan serta pengoperasian barang modal tersebut.

Lesse

lesse adalah perusahaan atau pihak yang memperoleh pembiayaan dalam bentuk barang modal dari lessor.

Lesse dalam  financial lease bertujuan mendapatkan pembiayaan berupa barang atau peralatan dengan cara pembayaran angsuran atau secara berkala.

pada akhir kontrak leasing, lesse memiliki hak opsi atas barang tersebut, maksudnya pihak lesse memiliki hak untuk membeli barang tersebut berdasarkan nilai sisa.

dalam operating lease, lesse dapat memenuhi kebutuhan peralatannya di samping tenaga operator dan perawatan alat tersebut tanpa resiko bagi lesse terhadap kerusakan.

Supplier.

suppiler adalah perusahaan atau pihak yang mengadakan atau menyediakan barang untuk dijual kepada lesse dengan pembayaran secara tunai oleh lessor.

dalam mekanisme financial lease, supplier langsung menyerahkan barang kepada lesse tanpa melalui pihak lessor sebagai pihak yang memberikan pembiayaan.

[baca; sumber dana perbankan]
[baca; apa itu pasar modal]

sebaliknya dalam operating lease, supplier menjual barangnya langsung kepada lessor dengan pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak, yaitu secara tunai atau berkala.

Bank atau kreditor

dalam suatu perjanjian atau kontrak leasing, pihak bank atau kreditor tidak terlibat secara langsung dalam kontrak leasing, namun pihak bank memegang peranan dalam hal penyediaan dana kepada lessor terutama dalam mekanisme leverage lease dimana sumber dana pembiayaan lessor diperoleh melalui kredit bank.

pihak supplier dalam hal ini tidak tertutup kemungkinan menerima kredit dari bank.

untuk memperoleh barang-barang yang nantinya akan dijual sebagai objek leasing kepada lesse atau lessor.

jadi kamu sudah tahu kan, ternyata ada empat pihak yang terlibat dalam bisnis leasing ini. mungkin selama ini kamu sudah mempraktekkan operating lease seperti dalam hal membeli mobil atau motor secara angsuran, dimana kamu mencicil secara berkala kepada perusahaan leasing.

Ingat ya, perusahaan leasing ini sangat banyak ya, ada yang fokus hanya memberikan leasing kepada barang berupa seeda motor, mobil niaga atau mobil pribadi, barang elektronik dan ada juga yang fokus pada pembiayaan kapal laut. dan dibidang lain juga kita sering menjumpai perusahaan yang memberikan jasa leasing untuk alat-alat berat dan mesin-mesin produksi untuk pabrik.

Kalau kamu mempunyai bisnis dan sangat membutuhkan barang untuk kegaiatan produksi kamu coba saja cari perusahaan leasing untuk bisa membantu menyediakan barang yang kamu cari, dan tentunya kamu harus mencicil secara berkala.

Sekarang mari belajar hitung bunga pinjaman bank dengan artikel: 5 sistem bunga pinjaman bank

 

Sumber gambar : Lease