Model Neraca untuk menentukan harga saham perdana saat akan Go Publik

Pada tulisan sebelumnya Anda sudah mengetahui tipe saham dan sekarang kita akan ulas cara menentukan harga saham perusahaan dengan mengandalkan data neraca perusahaan.
Model ini sangat membantu bagi perusahaan yang belum go public, karena hanya data ini yang dimilki oleh perusahaan, jika perusahaan Anda sudah beroperasi lebih dari satu tahun maka tentu Anda membutuhkan laporan keuangan.

Disamping itu data ini,

maksudnya Neraca sudah tentu dikuasai oleh perusahaan calon emiten, apalagi kalau neraca ini  sudah diaudit oleh akuntan public sehingga bisa menjadi kekuatan dalam bernegosiasi dengan penjamin emisi, calon emiten sudah memiliki kekuatan informasi yang lebih lengkap dan akurat.

[Baca : Sumber-sumber dana Bank]
[Baca ; Sumber dana Modal Ventura]

Neraca adalah salah satu dari laporan keuangan yang memuat laporan tentang harta (aktiva/asset), kewajiban, dan modal perusahaan (pasiva).

Laporan tersebut dinilai pada satu titik waktu tertentu, misalnya per 31 Desember. Lazimnya neraca dibuat dalam bentuk T, dimana bagian kiri memuat laporan tentang harta dan bagian kanan memuat laporan tentang kewajiban dan modal.

[Baca : istilah penting dalam akuntansi keuangan Anda]
[Baca : sejarah pasar modal]

Sebagai contoh kita sajikan neraca perusahaan Anda, sebut saja PT ABCD yang telah enam tahun beroperasi memiliki hutang lancar Rp.500 Juta dan Hutang  jangka panjang Rp.800 juta serta ekuitas Rp.1 Miliar.

Neraca PT.ABCD
Per 31 Desember 2015 (dalam Rp.Juta)

Aktiva Jumlah Pasiva Jumlah
Aktiva lancar
Aktiva tetap
1.100
1.200
 

Hutang lancar
Hutang jangka panjang
Modal:
1 Juta saham @Rp1.000

500
800
1.000
Total Aset 2.300 Total Pasiva 2.300

Dalam model ini ada empat metode yang bisa kita ungkapkan, yaitu metode harga buku, liquidity value, replacement cost, dan rasio Tobin (Tobins’q).

Pada tulisan berikutnya kita akan ulas secara berurutan ke empat metode tersebut, agar Anda bisa mempunyai bahan untuk melakukan negosiasi dengan penjamin emisi untuk menetapkan harga perdana saham saat mau go public.

 

[disusun oleh team pusatinvestor]
sumber gambar : protinal