Investor, GreenPeace, dan Palm Oil

perkebunan sawit yang menghasilkan karbonSudah menjadi incaran bagi perusahaan yang sedang mengembangkan bisnisnya membutuhkan modal

Jika tidak memiliki modal sendiri, perusahaan tersebut dapat mengakses modal di pasar modal atau di pasar utang.

Pemilik modal atau investor menjadi salah satu shareholder yang amat penting bagi kaum usahawan.

[Baca : Usaha dan Jasa-Jasa Bank Umum ]
[Baca : Sumber dana Modal Ventura ]

Bermoral, beretika adalah nilai-nilai yang menjadi anutan bagi kaum pemodal (investor) yang sadar akan keberlangsungan hidup yang selaras, harmonis.

Sekarang ini banyak Pemodal dalam mengambil rujukan atau referensi untuk sebuah keputusan startegis misalnya keputusan persetujuan pendanaan bagi debitur memakai laporan dari lembaga pemerhati lingkungan, sosial, HAM.

Hal ini kami rasakan langsung, Investor kami dari London senantiasa menselaraskan keputusan mereka dengan Isu-isu yang menjadi tuntutan dunia.

GREENPEACE DAN PALM OIL.

Kita sebagai bangsa Indonesia senantiasa sering mendapatkan perlakukan yang kurang fair dalam pergaulan internasional terlebih pada barat.

GreenPeace telah merilis dalam laporannya bahwa Indonesia salah satu negara penyumbang emisi gas rumah kaca dari kegiatan membuka lahan untuk industri misalnya palm oil, mengkonversi lahan gambut dengan mengeringkan dan membakar inilah yang dikatakan memberi kontribusi 4% emisi global.

Barat mengakui bahwa indonesia memiliki hutan tropis yang terus menerus memproduksi oksigen, zat yang dibutuhkan bagi kelangsungan hidup manusia.

Barat beruntung bisa menikmati oksigen yang banyak di produksi negara-negara berkembang atau negara ketiga dalam dikotomi mereka.

[Baca : Tips menghadapi wawancara investor ]
[Baca : Pengertian, Manfaat dan Fungsi Bank ]

Barat meminta agar kepada perusahaan multi Internasional seperti Unilever, Nestle yang menghasilkan produknya memakai bahan baku palm Oil agar menolak palm oil asal Indonesia yang dianggap negara penyumbang 4% emisi global.

Muncul pertanyaan, revolusi industri yang melahirkan banyak kaum industriawan dengan mesin-mesin pabriknya ini terus memproduksi CO2.

Zat karbon ini mengikis lapisan ozon.

Pabrik-pabrik yang muncul sejak abad 19 sampai sekarang banyak berdiri di negara industri dan negara barat,

Berapa persenkah? Barat menyumbang emisi global. 96%, 90% atau 80%. Green Peace harus fair dalam melihat persoalan.

Berapa persen? hutan tropis Indonesia, hutan tropis di Asia Tenggara dalam memproduksi O2 dan dinikmati oleh Barat. apakah Green Peace tidak melihat fakta tersebut.

Kita, bangsa Indonesia yang memiliki hutan tropis dan terus memproduksi O2 telah menjadi bank oksigen, seharusnya hal ini membuat bargaining position Indonesia dalam pergaulan internasional naik level.

Pemerintah Indonesia harus bergerak memperjuangkan hak-hak kita sebagai bangsa dengan kearifan lokal terutama masyarakat adat yang terus melestarikan hutan sebagai bagian dari budaya.

Kearifan lokal tanpa bantuan sumbangan dana Barat.

Barat, terutama kaum pemilik modalnya yang mendapatkan banyak kekayaan dengan terus membunyikan mesin-mesin pabrik berkewajiban membayar royalti kepada bangsa Indonesia atas sukarelawannya merawat hutan tropis.

Industri palm oil sangat berjasa bagi kehidupan manusia disatu sisi, produk turunannya menjadi kosmetika, tapi disisi lain menjadi penyebab berkurangnya lahan gambut, area hutan yang dikeringkan dan dibakar.

Kegiatan pembakaran inilah yang diprotes Green Peace

Bahkan pada 2008 Indonesia masuk dalam buku rekor Guinnes Book sebagai negara dengan tingkat deforestasi tercepat.

Kita dianggap sebagai negara ketiga penghasil emisi gas rumah kaca.

tapi Green Peace belum merilis laporan, Indonesia negara keberapa? dalam menghasilkan oksigen, oksigen yang mereka nikmati.

Ohh…Indonesia..

Salam.
Jakarta,20 april 2012.

Bagaimana cara menghitung bunga pinjaman bank, baca artikel : 5 sistem bunga bank yang mempengaruhi besaran cicilan hutang

[ditulis oleh team pusatinvestor]

sumber gambar; environment-forest