[Update] GO PUBLIK Dengan Menjual Saham

Efek asal bahasa belanda yaitu effecten, yaitu  suatu instrumen bukti kepemilikan yang dapat dipindahtangankan (diperjualbelikan) dalam bentuk surat berharga, seperti saham, Obligasi, Bukti Hutang, right issue dan surat berharga lainnya.

lalu kalau perusahaan akan go publik, apakah yang harus dijual? Karena maksud Go Publik adalah untuk menambah modal, maka efek yang bisa menambah modal bisa dijual.

Baca : Cara menentukan Jumlah Saham saham Anda mendirikan Perusahaan.

Pada prinsipnya Modal perusahaan terdiri dari dua yaitu:
Hutang Jangka Panjang dan Ekuitas. dengan demikian untuk bisa go Publik perusahaan harus menjual efek ekuitas atau efek hutang jangka panjang atau keduanya secara bersama-sama.

Selain itu pengertian Go Publik dalam konteks artikel ini

adalah penjualan efek kepada Masyarakat untuk pertama kali

atau initial public offering (IPO) melalui bursa efek,

maka efek yang dijual yang akan dibahas pada artikel-Artikel selanjutnya adalah yang bisa memenuhi Kebutuhan IPO ini yaitu saham biasa dan Obligasi.

Anda akan menemukan artikel yang membahas cara IPO (Go Publik) dalam artikel di Portal ini, sering-seringlah untuk datang berkunjung di portal ini.

Adapun efek seperti right issue, obligasi konversi atau waran baru bisa dijual setelah IPO.

Go Publik dengan menggunakan Hutang Jangka Panjang berarti harus menjual Obligasi, sedang bila Anda ingin menggunakan ekuitas berarti Anda harus menjual Saham.

Jadi secara prinsip..

jika Perusahaan Anda ingin Go Publik Anda bisa memilih menjual saham atau Obligasi atau keduanya.

Selanjutnya dari kedua efek ini  dilahirkan efek-efek turunannya, yaitu yang bisa digunakan untuk memobilisasi  dana dari masyarakat dengan menjual efek turunan tersebut setelah Perusahaan Anda sukses IPO di Bursa atau Pasar Modal.

Artikel selanjutnya saya akan membahas secara rinci apa dan bagaimana Go Publik dengan menjual Saham atau Obligasi.

[disusun oleh team pusatinvestor],update terakhir 16/05/2016

sumber gambar: team