Cerita Profesi dan Investasi

setiap profesi punya nilai investasi
setiap profesi punya nilai investasi

Berbagai jenis pekerjaan dilakukan manusia modern di dunia saat ini untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Jenis pekerjaan ini pun berbeda untuk setiap orang, atau memang sungguh benar-bernar bermacam-macam. Ada yang bekerja sebagai buruh pabrik, tukang sablon, tukang bengkel, sopir angkot, Pegawai Negeri Sipil, pegawai bank, pengusaha dan ada pula yang bekerja sebagai Investor dalam berbagai macam jenis instrument investasi.

tujuan utama para investor di pasar modal

Ssetiap profesi punya nilai Investasi

Sebagai seorang buruh pabrik, ia bekerja untuk mengharapkan pendapatan berupa gaji, tunjangan (THR, Kesehatan) dan ia bersedia untuk menukarkan waktunya untuk itu serta taat untuk patuh kepada peraturan perusahaan.

Sebagai tukang bengkel, tukang sablon, sopir angkot ia bekerja untuk dirinya sendiri dan memiliki waktu yang fleksibel, artinya jika ia tidak bekerja maka ia tidak akan mendapatkan penghasilan, jika ia bekerja keras ia akan mendapatkan penghasilan yang lumayan, jenis pekerjaan seperti ini biasanya disebut self employee.

ini dia tipe-tipe  saham, berguna bagi anda yang ingin membawa perusahaan go publik.

Profesi Akuntan, dokter, Pengacara masuk dalam kategori self employee, hanya saja mereka untuk menjalankan praktek usahanya harus memiliki izin praktek dan memiliki skill tinggi yang didapatkan dari sekolah formal yang tinggi.

Sedangkan Tukang bengkel/sablon/sopir memilki ketrampilan yang didapatkan dari pengalaman bekerja yang cukup lama.

Sebagai Pegawai negeri sipil, TNI, Polri atau pegawai Bank (Bank Plat Merah)mereka bekerja untuk Negara dan karena mereka bersedia mengabdi maka Negara memberikan penghargaan berupa Gaji Pokok, dan penghargaan lainnya. Profesi seperti ini masuk dalam kategori Employee.

ini dia kelebihan menjadi perusahaan terbuka

Sebagai seorang pengusaha baik pengusaha kecil maupun pengusaha besar mereka membuka lapangan pekerjaan dengan menerima atau merekrut pegawai dimana setiap pegawai ditentukan tugas pokok dan tanggung jawabnya dan bekerja untuk menghasilkan produk barang atau jasa guna memenuhi kebutuhan masyarakat luas atau memberikan solusi atas suatu masalah yang dialami konsumen yang menjadi sasaran pasar pengusaha tersebut.

Mereka membangun usahanya dengan komitemen waktu, skil, dan modal. Mereka membangun usahanya dengan visi yang tajam dan bersedia mengambil atau menerima resiko rugi atau gagal. Profesi seperti ini masuk dalam kategori bisnis owner.

Bahkan sekarang banyak kita menemukan cerita sukses individu yang masuki kategori employee juga sukses menjadi self employee dan bisnis owner, misalnya seorang karyawan pabrik yang sukses menjalankan usaha sablon, seorang dokter yang sukses menjalankan bisnis restoran dan kafenya.

Fokus Investor

Sebagai seorang penanam modal atau mereka bekerja untuk mengembang biakkan modalnya dengan cara mencari berbagai macam jenis instrument investasi yang memberikan imbal hasil yang tinggi dan resiko yang sudah diperhitungkan sebelumnya. Mereka menanamkan modalnya dengan tenor jangka pendek atau jangka panjang. Profesi seperti ini biasanya disebut Investor.

ini dia cara mendapatkan modal dengan mudah

Tetapi banyak forum yang mengulas Investor mengatakan bahwa profesi investor lebih cocok untuk mereka yang mencari aliran cash flow bukan capital gain sehingga strategi yang ditetapkan adalah investasi untuk jangka panjang dan dengan tujuan utama mendapatkan aliran cash flow positif baru kemudian capital gain atau perolehan modal. Jadi focus utama Investor yang lebih cocok adalah mendapatkan aliran cash flow sebagai imbal hasil.

Sekarang sudah memasuki era Industri 4.0, sudah siapkah Anda  menyesuaikan diri baik profesi anda maupun skill kemampuan Anda.

[disusun oleh pusatinvestor], sumber gambar : employeepeer