[Penting] Begini Etika Peyusunan Studi Kelayakan Bisnis yang menjadi Standar Sponsor dan Konsultan

Etika penyusunan feasibility studysudah membaca artikel tentang perbedaan studi
kelayakan bisnis dengan perencanaan bisnis? tampak
ada perbedaan diantaranya. dan yang paling penting
saat Anda hendak menyusun studi kelayakan bisnis
yang paling utama jangan lepas dari etikanya.

perlu diketahui studi kelayakan bisnis pada umumnya
melibatkan pihak penyusun studi kelayakan bisnis
dalam hal ini saya menyebutnya Konsultan dengan
pihak sponsor.

baca; yang belum mengetahui jasa giro, ini penjelasannya

Agar kedua belah pihak baik Konsultan maupun
Sponsor tidak ada yang dirugikan maka etika dalam
menyusun studi kelayakan bisnis mutlak diperlukan.

penegasan..

Etika itu merupakan norma atau standar perilaku
yang digunakan sebagai petunjuk bagi perilaku
pihak-pihak yang terlibat dalam proses penyusunan
studi kelayakan bisnis dan hubungan dengan orang
lain.
Etika ini bertujuan agar tidak ada pihak-pihak yang
merasa dirugikan sehubungan dengan adanya proyek
penyusunan studi kelayakan bisnis.

Baiklah, kita paparkan etika ini.

#A.Etika Konsultan terhadap Sponsor

#1.Jika Sponsor meminta agar pihaknya dirahasiakan,

bahwa mereka telah mensponsori sebuah proyek studi
kelayakan bisnis. Maka konsultan penyusun studi
kelayakan bisnis harus menjaga kerahasiaannya.

Hal ini dimaksudkan agar hasil studi kelayakan
bisnis benar-benar bisa menggambarkan keadaan yang
sesungguhnya [sesuai realita] tanpa ada tendensi
tertentu dari para responden.

terkadang sponsor meminta bantuan konsultan studi
kelayakan bisnis independen dengan tujuan agar
kerahasiaannya dapat terjamin sehingga hasilnya
tidak bias.

Baca; pengertian Bank yang sebenarnya
Baca; sudah Deposit on Call?, ini penjelasannya

#2.Jika sponsor menghendaki hasil studi kelayakan

bisnis hanya untuk kepentingan sponsor maka pihak
konsultan penyusun studi kelayakan bisnis harus
juga menjaga kerahasiaannya atau tidak memberikan
data atau hasil studi kelayakan bisnis kepada pihak
lain tanpa seizin sponsor. ini etika yang harus
dipatuhi. pada lapangan profesi lainnya seperti
dokter, lawyer juga berlaku etika seperti ini.

Etika ini bisa membuat profesi Konsultan penyusun
studi kelayakan bisnis menjadi profesi terhormat.

#3.Konsultan penyusun studi kelayakan bisnis harus

dapat memberikan hasil studi kelayakan yang
berkualitas [tidak asal] yang sesuai dengan
besarnya biaya yang diberikan sponsor untuk
membiayai proyek tersebut.

Kalau sponsor bersedia
membiayai proyek kegiatan studi kelayakan bisnis
tentunya sponsor sangat berharap hasil studi
kelayakan bisnis yang baik sehingga dapat digunakan
untuk mengembangkan bisnis.

Ingat jangan memanupulasi hasil studi kelayakan
bisnis dengan tujuan menyenangkan hati sponsor.

#4.Konsultan penyusun kelayakan bisnis harus dapat

menyelesaikan studi kelayakan bisnis sesuai dengan
kesepakatan yang telah dibuat. apasaja isi
kesepakatannya pada umumnya kesepakatan mengenai
biaya studi kelayakan bisnis,waktu penyelesaian
studi kelayakan bisnis, jumlah eksemplar laporan
studi kelayakan bisnis dan kesepakatan lainya yang
dipandang perlu.

#B. Etika Sponsor terhadap Konsultan penyusun studi
kelayakan bisnis.

#1. Sponsor harus membayar biaya studi kelayakan

bisnis sesuai dengan kesepakatan, baik jumlah
maupun waktu pembayarannya. biasanya kesepakatan
kerjasama dituangkan dalam surat perjanjian dan
dibuat rangkap dua.

#2. Sponsor tidak boleh memaksakan hasil studi

kelayakan bisnis kepada Konsultan penyusun studi
kelayakan bisnis, dimana hasil studi kelayakan
bisnis disetting agar sesuai dengan kepentingan
sponsor, ini tidak boleh. justru hasil studi
kelayakan bisnis bisa dijadikan panduan arahan.

jika ada perbaikan yang harus dikerjakan pihak
sponsor maka bisa merujuk pada isi hasil studi
kelayakan bisnis. luar biasa kan, sponsor bisa
mengembangkan bisnisnya berdasarkan data yang
sesuai dengan keadaan lapangan.

kegiatan tanpa etika bisa jadi kegiatan itu
merugikan para pihak.

dengan adanya Etika penyusunan Studi Kelayakan
bisnis ini maka pihak sponsor bisa memberikan
warning kalau pihak Konsultan melanggar etika, dan
pihak Konsultan juga bisa menolak jika pihak
sponsor memaksakan hasil studi kelayakan bisnis
secara pihak.

 

 

Sumber gambar : people