Bagian 5, Perusahaan Keluarga diwariskan atau Go Public?

perusahaan keluargaBagian 5 artikel tentang perusahaan keluarga diwariskan atau Go Public, sekarang kita masuk point  kedua dari keuntungan Go Public.

apa keuntungan perusahaan, kalau dibawa ke lantai bursa

Dalam alih generasi entrepeneur tidak dirisaukan oleh runtuhnya perusahaan dan lenyapnya kekayaan pribadi.

Bayangkan!!!

misalnya entrepeneur ngotot mewariskan perusahaan itu kepada anaknya.

Permasalahan yang timbul adalah belum tentu sang anak tersebut mempunyai jalan pikiran yang sama dengan sang ayah dalam decision making (membuat keputusan).

Sang ayah yang sudah berpikiran konservatif selalu bertindak hati-hati dalam menentukan jalannya perusahaan, sementara anaknya dengan semangat yang menggebu-gebu selalu berpikiran radikal.

Akibatnya perusahaan akan mengalami keterkejutan kebijaksanaan, dan kehancuran mungkin sukar untuk dihindarkan lagi, akibatnya decision making yang kontroversial.

Kemungkinan yang lain adalah belum tentu dari sekian anak yang dimilikinya ada yang berminat menjadi pengganti ayahnya.

Anak-anak itu mungkin sudah memiliki keahlian lain.

Bila perusahaan sudah Go Public di bursa efek, maka kejadian di atas tidak perlu terjadi, karena pengganti pimpinan perusahaan akan ditentukan oleh rapat umum pemegang saham.

Dari segi keamanan kekayaan pribadi pun, kebijaksanaan ini tidak merugikan.

Sebab bila sang Entrepeneur masih menghendaki kepemilikan perusahaan dan ingin menghidupi keluarganya dengan perusahaan itu.

Entrepeneur dapat menentukan proporsi presentasi pembagian saham antara keluarga dengan masyarakat, misalnya 50% untuk masyarakat dan 50% untuk keluarga.

Sehingga masih memungkinkan baginya untuk mengendalikan jalannya perusahaan.

(kalau anda mau menentukan saham, bisa baca artikel: cara menentukan harga saham dengan model neraca)

Kita akan kembali lagi pada lain waktu untuk bagian terakhir dari seri artikel Perusahaan Keluarga: diwariskan atau Go Public.