Bagian 3, Perusahaan Keluarga: diwariskan atau Go Public?

Mewariskan perusahaan keluarga atau go publik adalah pilihan sulit untuk sang ownerBagian 3, Perusahaan Keluarga: diwariskan atau Go Public?

Pembaca yang budiman kembali lagi kita berjumpa pembahasan artikel yang sangat menarik untuk diperbincangkan terlebih bagi kalangan pengusaha, yakni Perusahaan Keluarga: diwariskan atau Go Public, bagian 3.

Langkah pertama, dengan mewariskan perusahaan kepada anak, mungkin bisa berhasil pada satu atau dua alih Organisasi, pada peralihan berikutnya sudah sulit untuk mendukung perkembangan perusahaan.

Umumnya, pada alih generasi berikutnya akan terjadi konflik bahkan tidak jarang bangkrut, sudah banyak contoh yang terjadi dan bahkan diangkat menjadi berita Nasional.

[lihat bagian ke empat]

Sebuah perusahaan (baik milik keluarga maupun patungan) yang bagaimanapun kecilnya adalah merupakan modal yang besar bagi perputaran investasi dalam negeri.

Dan Pemerintah sendiri sangat mengharapkan perkembangan dari perusahaan-perusahaan itu. Pembaca pasti mengetahui bahwa daftar orang-orang kaya di Indonesia selalu berasal dari perusahaan-perusahaan keluarga (awalnya) dan mereka adalah pembayar pajak yang besar untuk negeri ini.

Perusahaan keluarga tersebut kalau mungkin dapat menyaingi MNC (Multinational Corporation) dan mampu menarik dana dari luar negeri.

Mungkin tak pernah terlintas dibenak entrepeneur untuk bersaing dengan MNC itu, tapi sebenarnya peluang untuk itu cukup besar.

Asalkan entrepeneur tidak berpikiran hanya pada keluarga, dalam arti perusahaan itu harus dipertahankan untuk berada ditangan keluarganya, meskipun perusahaan itu sudah sedemikian kecil dan sudah tidak sesuai lagi dengan skala produksi.

 

 

 

 

[Tulisan ini ditulis ulang dari Karya Sawidji Widoatmodjo: Jurus Jitu Go Public]