Apa itu Sertifikat Deposito Berjangka (SDB)

Certificate Of DepositMungkin masih banyak yang belum tahu apa itu sertifikat deposito,atau masih banyak yang belum pernah melihatnya karena produk perbankan ini masih kalah popular dibandingkan dengan produk tabungan, kalau begitu tidak ada salahnya bila kami mengulasnya untuk tujuan mengedukasi kelompok masyarakat yang belum paham.

Sertifikat deposito atau sertificate of deposit dan sering disingkat CD saja adalah deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat diperjual belikan, CD inisekarang popular dengan nama sertifikat deposito berjangka atau disingkat SDB

Belum begitu sepopuler deposito berjangka dan tabungan, oleh karena itu dana perbankan yang bersumber dari jenis simpanan ini relative lebih kecil dibanding dengan sumber dana lainnya.

Kurang populernya SDB sebagai instrumen simpanan oleh masyarakat antara lain disebabkan oleh adanya ketentuan yang mengharuskan bank-bank memperoleh izin lebih dahulu dari Bank Indonesia (BI) bagi bank-bank yang akan menghimpun dana dengan cara menerbitkan SDB.

Pemberian izin tersebut oleh BI antara lain dikaitkan dengan persyaratan kesehatan bank yang harus dipenuhi. Namun sejak dilakukannya deregulasi pakto 27, tahun 1988 setiap bank dapat menerbitkan sertifikat deposito sebagai instrument penghimpunan dana tanpa perlu izin BI lebih dahulu, cukup dengan memberitahukan saja.

SDB sebagai instrument penghimpunan dana memiliki karakteristik antara lain sebagai berikut :

  1. Diterbitkan oleh bank dengan atas unjuk dan dengan jangka waktu tertentu.
  2. Dapat diperjual belikan.
  3. Merupakan instrument pasar uang.
  4. Bunga dibayar dimuka (discounted basis)
  5. Dapat dijadikan jaminan.
  6. Dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kerugiannya antara lain :

  1. Bila dana dicairkan sebelum jatuh tempo, maka akan kena penalti sejumlah tertentu.
  2. Bila sertifikat deposito hilang, maka penemunya bisa mencairkannya dengan mudah

Dari karakteristik tersebut diatas dapat secara jelas terdapat perbedaan antara Deposito Berjangka dan Sertifikat Deposito Berjangka.

[Baca : apa itu jasa giro?]
[Baca : apa itu Deposit on Call?]

Dari sisi nasabah, SDB menawarkan beberapa keuntungan dan fleksibiltas namun dari segi keamanan Deposito berjangka memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi,

Karena apa?

Karena Deposito berjangka diterbitkan atas nama, sementara Sertifikat Deposito Berjangka (SDB) diterbitkan oleh bank dengan atas unjuk dan bisa berpindah kepemilikan.

“Deposito Berjangka adalah Instrumen utang yang dikeluarkan Bank dan lembaga keuangan lain kepada Investor”

Rumus perhitungan Bunga SDB

Berikut ini kami kami sajikan cara perhitungan penjualan SDB oleh bank secara diskonto dapat dilakukan dengan menggunakan rumus true diskonto sebagai berikut :

P = Face Value x 360
360 + (rxt)

P= proceed
Face value = nilai nominal SDB
r=tingkat bunga
t=jangka waktu jatuh tempo

sebagai contoh saja

ilustrasi perhitungan dapat dilakukan berdasarkan asumsi suku bunga 15 % (setiap bank memilki kebijakan sendiri), sebagai berikut :

Nilai nominal SDB = Rp.10 Juta
Tingkat Bunga =  15 % p.a
Jangka waktu jatuh tempo = 90 hari

P=Rp.10 Juta x 360 =Rp.9.636.554
360 + (15%x 90)

Dari contoh ilustrasi diatas…

seorang nasabah yang akan menyimpan danannya di bank dalam bentuk SDB (membeli sertifikat deposito yang diterbitkan bank)

dengan nilai nominal Rp.10 Juta tidak perlu membayar sebesar Rp. 10 Juta

nasabah cukup membayar Rp.9.636.554

kemudian pada saat jatuh tempo (90 hari) bank akan membayar kepada anda sebesar  nilai nominal sertifikat deposito berjangka (SDB) yakni Rp.10 Juta.

Sangat menarik kan

Anda bisa memperoleh keuntungan didepan

dan mendapatkan uang anda kembali pada saat jatuh tempo.

Dengan rumus diatas dan berdasarkan kebijakan suku bunga sertifikat deposito bank yang anda minati, sertifikat deposito bisa menjadi instrument investasi anda

apakah anda sebagai Investor perorangan atau investor corporate.

SDB ini bisa menjadi bahan koleksi anda dalam melakukan investasi.

Sertifikat deposito ini juga salah satu sumber dana bank yang dihimpun langsung dari masyarakat.

Di Indonesia, pada umumnya bank-bank besar sudah menerbitkan sertifikat deposito, misalnya Bank Mandiri  dengan pilihan jangka waktu bervariasi mulai 1, 2, 3, 4, 5, 6, 9 dan 12 bulan dan denominations: Rp25,000,000; Rp50,000,000; Rp100,000,000; dan Rp250,000,000.

Sekarang sertifikat deposito umumnya dikenal dengan Negotiable Certificate of Deposit (NCD)

contoh lain

NCD tahap V 2014 yang diterbitkan PT. Bank commenwealth  dimana PT BCA Sekuritas bertindak sebagai Arranger.

Total nilai NCD yang ditawarkan berjumlah Rp190.000.000.000,-, terdiri dari dua seri dengan jangka waktu enam bulan (Seri A) dan 12 bulan (Seri B). Tingkat bunga NCD adalah sebesar 9,10% per tahun untuk seri A dan 9,50% per tahun untuk seri B. NCD diterbitkan pada tanggal 3 September 2014 dan diperdagangkan secara over the counter.

Sebagai catatan tulisan ini tidak ada  hubungan langsung dengan bank-bank yang diulas tersebut diatas

untuk detail perhitungan bunga dan nominal anda bisa langsung berkonsultasi dengan bank tujuan anda, dan tulisan ini diterbitkan dengan tujuan mengedukasi kelompok masyarakat yang masih belum paham instrument investasi sertifikat deposito berjangka ini.

Dan untuk bisa menghitung bunga pinjaman atau kredit yang diberikan dunia perbankan atau lembaga keuangan, anda bisa mempelajari

pada artikel: 5 sistem bunga perbankan yang mempengaruhi besarnya bunga, pencairan pinjaman, dan cicilan angsuran bulanan.

[disusun oleh team pusatinvestor]

sumber gambar : business