Apa itu Jasa Giro

Bunga atas giroJasa giro adalah salah satu sumber dana bank, mungkin banyak pihak yang belum tahu apa itu jasa giro dan bagaimana cara perhitungan bunganya yang bisa diperoleh pihak nasabah.

Jasa giro pada prinsipnya merupakan bunga yang diberikan oleh bank kepada giran atas sejumlah saldo gironya yang mengendap di bank.

Tingkat bunga tersebut relative lebih kecil dibandingkan dengan jenis simpanan lainnya.

Simpanan giro sebenarnya bukanlah merupakan suatu simpanan untuk mendapatkan hasil bunga tapi semata-mata hanya dimanfaatkan sebagai sarana memperlancar transaksi bisnis .

Oleh karena itu, pemilik giro umumnya adalah pengusaha atau pihak yang memiliki kegiatan yang membutuhkan alat pembayaran dalam bentuk cek.

Bagi bank, sumber dana giro ini merupakan sumber dana yang berbiaya rendah namun karena sifat penarikannya, bank harus benar-benar dapat mengikuti perilaku penarikan nasabah gironya terutama nasabah-nasabah utamanya (prime customer)

karena mobilitas dana yang bersumber dari giro ini sangat tinggi yang pada gilirannya akan mempengaruhi pola manajemen likuiditas bank.

Perhitungan jasa giro di bank

Perhitungan jasa giro kepada nasabah masing-masing bank menggunakan cara yang berbeda.

Perhitungan jasa giro yang umum digunakan bank antara lain dengan berdasarkan saldo harian, saldo rata-rata perbulan.

[ Baca : Usaha Bank dan Jasa-jasa Bank ]
[Baca : Apa itu Deposit Call?]

Cara perhitungan jasa giro yang manapun digunakan, sangat tergantung pada kebijaksanaan manajemen bank yang bersangkutan. Pemberi jasa giro tersebut biasanya dibatasi pada jumlah saldo minimum yang ditetapkan oleh bank.

Misalnya…

Saldo giro sampai dengan Rp. 1 juta tidak diberikan jasa giro. Semakin besar jumlah saldo giro efektif biasanya semakin besar pula persentase jasa giro yang diberikan.

Perhitungan bunga untuk menetapkan jasa giro dilakukan dengan menggunakan system bunga tunggal dan system bunga bertingkat.

Perhitungan jasa giro system bunga tunggal ini relative sederhana karena dalam menghitung jasa giro tersebut hanya menggunakan satu jenis tingkat bunga berapapun jumlah giro nasabah yang bersangkutan.

Sedangkan penentuan jasa giro dengan sistem bunga bertingkat lebih bervariasi dan dihitung berdasarkan ketentuan masing-masing tingkat bunga jasa giro untuk tiap-tiap jumlah saldo giro tertentu.

Contoh perhitungan :

Untuk menghitung besarnya jasa giro bank yang diberikan kepada nasabahnya dapat dilakukan dengan ketentuan tingkat bunga jasa giro Bank ABC misalnya untuk setiap saldo giro nasabah adalah sebagai berikut :

Saldo Giro Jasa Giro
Rp.0 – Rp. 5 Juta 0%
Rp. 5 Juta – Rp. 20 Juta 4,0%
Rp.20 Juta – Rp.50 Juta 4,5%
Rp. 50 Juta- Rp.100 Juta 5.0%
Rp.100 Juta- keatas 6.0%

Berdasarkan asumsi tersebut diatas, maka perhitungan jasa giro untuk suatu rekening giro dengan saldo Rp. 75 Juta dapat dilakukan sebagai berikut :

Sistem Bunga tunggal :

Jasa giro = Rp.75 Juta X 5%   = Rp.10.272,97

365 hari

Sistem Bunga Bertingkat :

Jasa giro = Rp. 20 Juta X 4%/365 =Rp.2.191,78

= Rp.50 Juta X 4,5 %/365 = Rp.6.164,38

= Rp. 5 Juta X 0%/365 = Rp.0

Total jasa giro                              = Rp.8.356,16

Dari perhitungan diatas sangat jelas bahwa bilamana memakai system bunga tunggal maka pihak bank lebih hemat dalam membayarkan bunga jasa giro

jika pihak bank memakai sistem bunga bertingkat maka pihak nasabah lebih banyak mendapatkan bunga dibanding memakai system bunga tunggal.

Kalau anda sudah mahir hitung bunga giro, maka sudah bisa mencoba untuk menghitung bunga pinjaman yang punya 5 skema

Sumber gambar : finance
[disusun oleh team pusatinvestor]