Apa itu BI Cheking

anda mau meminjam uang di Bank pastikan dulu anda bersih dari BI CheckingApa itu BI cheking, BI cheking sepertinya menjadi sosok yang sangatditakuti atau disegani bagi kalangan pengusaha

Padahal BI Cheking merupakan tool bagi perbankan baik itu bank umum, bank perkreditan rakyat, perusahaan leasing, atau lembaga keuangan lainnya dalam menilai calon nasabahnya

apakah nasabah ini yang sedang mengajukan permohonan kredit layak untuk diberikan kredit atau pinjaman atau harus ditolak.

dalam Informasi yang dimohonkan oleh bank umum atau bankir kepada Bank Indonesia

oleh Bank Indonesia sebagai Bank sentral di Indonesia akan memberikan data history nasabah itu.

BI Checking digunakan oleh Bank untuk menilai histori pinjaman anda

Misalnya anda sebagai nasabah, mungkin 5 tahun lalu punya pinjaman di bank A dan status pinjaman anda belum lunas dan bahkan macet

karena anda sudah tidak mampu lagi membayar pinjaman anda di bank A, maka diam-diam setelah 5 tahun berlalu anda datang ke Bank B

Bank C, dan Bank D untuk mengajukan permohonan kredit, misalnya masing-masing Anda mengajukan Rp.5 Milyar…zzzzttt..

jangan senang dulu, Bank B,Bank C, dan Bank D karena belum tahu sejarah atau history anda, maka bankir bank tersebut akan memohon kepada Bank Indonesia untuk diberikan sejarah atau history pinjaman anda.

Karena 5 Tahun lalu  Bank A waktu menyetujui pinjaman Anda secara otomatis bank A karena sebagai Bank Umum yang tunduk pada Regulasi secara Periodik harus melaporkan status Pinjaman Anda ke Bank Indonesia. Bank Indonesia akan mengelola setiap laporan yang diberikan oleh Bank Umum yang menjadi peserta Biro Informasi Kredit.

Bank B,Bank B, dan Bank D akan menerima Informasi dari Bank Indonesia bahwa anda memiliki Kredit tidak lancar dan Bank ini akan menilai anda tidak layak untuk diberikan kredit,

jika status pinjaman anda lancar atau lunas maka bank ini akan menilai anda sebagai nasabah yang sangat layak untuk diberikan kredit

dan bahkan jika dalam perjalanan pembayaran angsuran anda hampir lunas biasanya bank ini akan menawarkan lagi pinjaman kepada anda

untuk detil informasi tentang IDI Historis silahkan baca lebih lanjut, untuk informasi dibawah ini saya ambil dari laman resmi Bank Indonesia

Penjelasan IDI Historis

IDI Historis merupakan produk/output yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Debitur (SID).

IDI Historis mencakup informasi seluruh penyediaan dana/pembiayaan dengan kondisi lancar dan bermasalah mulai dari Rp.1 keatas,

serta menampilkan informasi mengenai historis
pembayaran yang dilakukan dalam kurun waktu 24 bulan terakhir.

Cakupan IDI Historis

cakupan IDI hitoris meliputi antara lain

  • identitas debitur,
  • pemilik dan pengurus,
    fasilitas penyediaan dana/pembiayaan yang diterima,
  • agunan,
  • penjamin,
  • dan kolektibilitas.
  • Sistem Informasi Debitur

Merupakan suatu sistem yang dipergunakan untuk menghimpun dan menyimpan data
fasilitas penyediaan dana/pembiayaan  yang disampaikan oleh seluruh anggota

Biro Informasi kredit secara rutin setiap bulan kepada Bank Indonesia.

Data tersebut kemudian diolah untuk menghasilkan output berupa IDI Historis.

Lembaga keuangan anggota Biro Informasi Kredit selanjutnya dapat mengakses SID selama 24 jam setiap hari untuk melihat data-data debitur yang disajikan secara individual dengan lengkap.

Data-data debitur yang dihimpun oleh Bank Indonesia bersumber dari laporan yang disampaikan oleh anggota Biro Informasi Kredit.

Peserta Biro Informasi Kredit

Terdapat 2 (dua) jenis kepesertaan
dalam Biro Informasi Kredit, yaitu:

#1.Wajib Lembaga Keuangan yang wajib menjadi anggota Biro Informasi Kredit

meliputi:

(a) Bank Umum,
(b) Bank Perkreditan Rakyat dengan total aset Rp.10 Miliar ke atas selama 6 (enam) bulan berturut-turut, dan
(c) Penyelenggara Kartu Kredit Selain Bank yaitu perusahaan pembiayaan
yang melakukan kegiatan usaha kartu kredit.

#2.Sukarela Lembaga Keuangan yang dapat menjadi anggota Biro Informasi Kredit

meliputi:

(a) BPR yang total asetnya belum sesuai dengan persyaratan menjadi anggota wajib
namun telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia,
(b) Lembaga Keuangan Non Bank (meliputi asuransi, dana pensiun, sekuritas, modal ventura
dan perusahaan pembiayaan), serta badan-badan lainnya yang menyelenggarakan pengelolaan dana masyarakat, dan
(c) Koperasi Simpan Pinjam.

Persyaratan yang wajib dipenuhi oleh calon anggota Biro Informasi Kredit adalah:

a.  Memiliki infrastruktur yang memadai.
b.  Memiliki kesesuaian struktur data dengan yang dipersyaratkan dalam SID.
c.  Memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia, dan
d.  Menandatangani Perjanjian Keikutsertaan dalam Sistem Informasi Debitur (khusus
untuk Lembaga Keuangan Non Bank dan Koperasi Simpan Pinjam).

Beberapa Lembaga Keuangan Non Bank yang telah menjadi anggota SID

antara lain:

  1. PT. BAHANA ARTHA VENTURA, PT. PERMODALAN NASIONAL MADANI,
  2. PT Buana Finance, PT Sahabat Finansial Keluarga dh GE Finance,
  3. PT AEON Credit Service Indonesia, Orix Indonesia Finance, BII Finance Centre,
  4. PT MNC FINANCE dh BHAKTI F dhCtra IntFin.&InvCorp.,
  5. Mashill International Finance, TIFA FINANCE d/h Tifa Mutual Finance Corp.,
  6. AL IJARAH INDONESIA FINANCE,
  7. PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL  (PERSERO),
  8. PT ANUGERAH BUANA CENTRAL MULTIFINANCE,
  9. PT SMFL LEASING INDONESIA,
  10. PT PPA FINANCE, Karya Technik Multifinace,
  11. PT IFS Capital Indonesia d/h Niaga Factoring
  12. dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor Indonesia.

Ilustrasi Proses SID

  • Calon Debitur mengajukan permohonan penyediaan dana/pembiayaan.
  • Lembaga Keuangan anggota Biro Informasi Kredit melakukan penilaian debitur salah satunya dengan mencari informasi mengenai data fasilitas yang dimiliki oleh calon Debitur yang terdapat dalam IDI Historis (BI Checking).
  • Hasil permintaan IDI berupa IDI Historis yang berisi data fasilitas yang dimiliki oleh Calon Debitur.
  • Apabila permohonan penyediaan dana/pembiayaan  disetujui, Lembaga Keuangan melaporkan pemberian fasilitas penyediaan dana/pembiayan kepada Bank Indonesia.

kalau anda merasa secara historis tidak ada kendala dengan BI cheking  dan berniat mengajukan pinjaman ke bank, sebaiknya hitung dulu kira-kira berapa bunga yang harus anda bayar. anda harus tahu sistem bunga yang diterapkan bank anda. baca artikelnya: 5 sistem bunga perbankan yang mempengaruhi besar cicilan hutang tiap bulan